Selasa, 29 September 2026 WIB

Polisi Kamboja Mulai Evakuasi WNI Korban Penyekapan, Warga Binjai Masih Disekap

- Jumat, 05 Agustus 2022 14:47 WIB
Polisi Kamboja Mulai Evakuasi WNI Korban Penyekapan, Warga Binjai Masih Disekap
Matatelinga.com/ist
Ilustrasi
MATATELINGA, Binjai - Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja tengah berupaya mengevakuasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) korban penipuan dan penyekapan perusahaan SCAM Online Tiongkok di Kamboja.

Hal tersebut dikatakan oleh pihak KBRI yang berkedudukan di Preah Suramarit Blvd (268), Phnom Penh, Kamboja yang diketahui bernama Dadang saat melakukan percakapan melalui sambungan selular dengan Politisi Partai Gerindra Kota Binjai, Joko Basuki, Kamis (4/08/2022).

Dalam percakapan tersebut, Dadang menyebut KBRI mendapat bantuan dari pihak otoritas keamanan Kambodja guna mengevakuasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendapat siksaan dari bos tempat mereka bekerja.

Selain itu, Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Bareskrim Polri) juga telah berada di KBRI untuk menangani kasus penyiksaan tersebut.

"Polisi Kamboja ada di KBRI dan Bareskrim Polri, targetnya diusahakan semua WNI akan dipulangkan," ujar Dadang. Lebih lanjut, Dadang menjelaskan bahwa saat ini sedikitnya 21 orang telah berada di KBRI.

"Malam ini yang baru datang 21 orang, sekarang masih dijatah oleh Polisi Kamboja. Karena lokasi mereka jauh jadi perlu adanya proses," terangnya.

[br]

Disisi lain, salah satu korban yang diketahui bernama Suhendri (27), warga Jalan Bejomuna, Kecamatan Binjai Timur, Provinsi Sumatera Utara saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya masih berada di gedung penyekapan yang diketahui berlokasi di Sihanoukville dan tidak berani menggunakan handphone terlalu lama.

"Disini ketat kali. Saya takut nanti hp saya diperiksa saya semakin terancam," tulisnya via pesan WhatsApp, Jumat (5/08/2022).

Diketahui, adanya warga Kota Binjai, Medan, dan Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang menjadi korban penipuan dan penyekapan di Kamboja mulanya terendus setelah salah satu korban melaporkan kondisinya kepada Anggota DPRD Kota Binjai, Joko Basuki pada tanggal 3 Agustus 2022.

Bahkan ada juga korban lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mengetahui adanya masyarakat Binjai yang jadi korban, sontak Politisi Partai besutan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto itu langsung melakukan diplomasi terhadap KBRI di PhnomaPenh.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru