Selain itu, para nelayan juga mengeluhkan meningkatnya biaya operasional akibat jarak tempuh melaut yang semakin jauh, yakni mencapai 6 hingga 7 jam perjalanan untuk memasang bubu ikan. Hal ini menyebabkan kebutuhan bahan bakar meningkat signifikan dan berdampak pada berkurangnya pendapatan bersih yang diterima nelayan, sehingga diperlukan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Serda Eman menyampaikan bahwa pihaknya akan meneruskan aspirasi warga kepada instansi terkait guna mendapatkan perhatian dan solusi yang konkret. Ia juga mengimbau para nelayan untuk tetap menjaga semangat, meningkatkan kerja sama, serta mengedepankan prinsip keselamatan dan kelestarian lingkungan laut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.
Bapak Salim selaku perwakilan nelayan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. "Kami merasa didengar dan diperhatikan. Harapan kami, ke depan ada solusi nyata agar nelayan bisa kembali sejahtera," ujarnya. Senada dengan itu, para pemuda Desa Penaah juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Kegiatan
Komsos ini diharapkan mampu mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat (KTR) serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme dalam menghadapi tantangan di wilayah pesisir.