Jumat, 10 Juli 2026 WIB

Ratusan Narapida Melarikan Diri, Kerusuhan Rutan Siak, di Tangkap

Redaksi - Sabtu, 11 Mei 2019 21:45 WIB
Ratusan Narapida Melarikan Diri, Kerusuhan Rutan Siak, di Tangkap
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta:  Sejauh ini sebanyak 155 orang narapidana yang kabur saat terjadi kerusuhan yang berujung pembakaran di Rutan Siak, Riau, sudah diamankan Sabtu (11/5/2019) dinihari.



Dimana "Rutan berisi 648 (napi), yang ada di dalam (tidak kabur) sebanyak 495. Yang sudah ketangkap dan sedang diamankan di Polres Siak 115 dan yang belum ketangkap 38 orang," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Kemenkumham Bambang Wiyono, Sabtu (11/5/2019).

Mantan Kepala Divisi Administrasi (Kadivmin) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten ini menegaskan, kondisi sudah terkendali dan tidak ada korban jiwa. "Yang kebakar itu gedung kantor, musala, dan aula," sebut Bambang.



Terkait dengan penyebab kerusuhan yang dipicu oleh perilaku sipir yang menganiaya tahanan, pihaknya tentu bakal memberikan sanksi tegas. Namun dia belum bisa memastikan bentuk sanksiyang akan dihadapi oleh sipir. Biasanya terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para petugas, dilakukan pembinaan lebih lanjut.

"Saya belum dapat berita tentang itu (sanksi). Biasanya ada tim pemeriksa kanwil atau inspektorat jenderal untuk melakukan pemeriksaan terhadap permasalhan dimaksud. Baru setelah itu mengambil keputusan sanksi apa yang akan dijatuhkan," pungkasnya.



Direktur Keamanan dan Ketertiban, Ditjenpas, Kemenkumham, Lilik Sujandi, sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap peristiwa kerusuhan yang berakhir pembakaran Rutan Kelas II Siak, Riau, dini hari tadi. Adapun kerusukan dipicu penemuan narkoba di blok hunian tahanan oleh petugas.

"Kami sedang melakukan pendalaman penyebab dan kronologisnya. Tim terdiri dari Ditjenpas, Itjen, Kanwil Riau, dan kepolisian setempat," ungkapnya.

Lilik menegaskan bahwa jajaran Pemasyarakatan terus berpacu dan serius melakukan pemberantasan narkoba, walaupun pasti ada risiko perlawanan dari mereka yang merasa terusik "kenyamannannya".
Editor
:
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru