Matatelinga.com - Jelang HUT
ke-71 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2016, Panglima TNI Jenderal Gatot
Nurmantyo menapaktilasi makam para pimpinan negara dan pimpinan militer.
Diantaranya ke pusara Ir. Soekarno, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan
Jenderal Sudirman.
"Kami telah mengadakan rapat staf, memutuskan
bahwa perlu adanya ziarah ke makam mantan-mantan panglima tertinggi atau
presiden, seperti ke makam Bung Karno, Gus Dur, Pak Harto dan Panglima
Jenderal Sudirman,” ujar Gatot melalui keterangan tertulisnya, Rabu
(28/9/2016).
Mantan KSAD itu menilai, Indonesia adalah bangsa
patriot dan satria. Bahkan, ia menegaskan dalam jiwa setiap manusia
Indonesia mengalir gen ksatria, dari Sabang sampai Merauke, semua suku
mempunyai senjata yang bisa mengusir penjajah dengan darah perjuangan
sendiri.
"Pendahulu kita hanya menghantarkan ke depan pintu
gerbang, namun yang masuk dan mengisi pembangunan adalah generasi muda
dengan perjuangan yang masih panjang, sehingga sejarah harus benar-benar
dipahami dan jangan dilupakan serta selalu waspada," ujar dia.
Menyitir
pesan Bung Karno, Gatot mengatakan, perjuangan di era kemerdekaan tidak
begitu sulit karena hanya mengusir penjajah. Namun, perjuangan generasi
pasca-kemerdekaan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.
“Generasi
muda adalah generasi harapan bangsa, harus benar-benar berjuang
berdasarkan budaya kita, dengan melihat contoh yang telah ditunjukankan
pendahulu kita,” tandasnya.
(Fit/Okz)