Minggu, 04 Oktober 2026 WIB
KPK Di Ujung Tanduk

AS Dan BW Jadi Tersangka Jokowi Harus Segera Bentuk Pansel KPK

Admin - Rabu, 18 Februari 2015 10:42 WIB
AS Dan BW Jadi Tersangka Jokowi Harus Segera Bentuk Pansel KPK
google
AS Dan BW Tersangka
JAKARTA - Matatelinga, Menyusul status tersangka kasus pidana yang kini disandang Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW), muncul kekhawatiran bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan semakin tumpul. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun didesak untuk segera turun tangan agar komisi antirasuah itu tetap eksis dan efektif bekerja dalam pemberantasan korupsi.

Namun, langkah yang ditempuh Jokowi diharapkan tidak instan. Menurut Harlans M Fachra dari Konsulat Nasional Gerakan Rakyat Antikorupsi Indonesia, Jokowi semestinya berpikir lebih panjang untuk memperbaiki KPK dengan menjaring komisioner yang memang punya integritas dan tidak mudah jadi sasaran tembak.

Karenanya Harlans menyatakan agar Jokowi segera membentuk panitia seleksi (pansel) calon pimpinan KPK. Terlebih, masa jabatan pimpinan KPK saat ini akan berakhir pada Desember nanti.

“Hemat kami institusi KPK perlu diselamatkan. Bulan Desember 2015, Pimpinan KPK akan berakhir masa tugasnya. Oleh karenanya Presiden Jokowi sudah semestinya membentuk pansel calon pimpinan KPK,” kata Harlans di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Harlans lebih jauh mengatakan, hal penting yang perlu dilakukan pansel KPK nanti adalah kemampuan untuk bekerja sendiri tanpa harus meminta bantuan lembaga swadaya masyarakat (LSM), terutama saat menelusuri rekam jejak para calon komisioner di komisi antirasuah itu.

“Jangan sampai pansel KPK men-sub-kan penelusuran rekam jejak calon ke LSM, karena itu berpotensi mementingkan kelompok tertentu,” lanjutnya.

Harlans menegaskan, pansel KPK merupakan cara pintu pertama bagi negeri ini dalam menyeleksi para pemberantas korupsi. Harapannya, sambung Harlans, jangan sampai komisioner KPK yang akan datang justru mudah menjadi sasaran tembak karena memang punya masalah hukum sebagaimana terjadi pada Abraham Samad dan Bambang Widjojanto saat ini.

“Sudah waktunya kepercayaan diberikan kepada penegak hukum untuk membuktikan dirinya layak dipercaya setelah kita menjalani reformasi selama 17 tahun. KPK di masa mendatang harus memperbaiki penegak hukum lainya dengan cara-cara membangun,” pungkasnya. Demikian dilansir laman okezone.com, Rabu (18/2/2015)

(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru