Senin, 14 September 2026 WIB

Erupsi Gunung Semeru Kembali Terjadi, Masyarakat Mewaspadai Potensi Awan Panas

Redaksi - Selasa, 03 Februari 2026 07:30 WIB
Erupsi Gunung Semeru Kembali Terjadi, Masyarakat Mewaspadai Potensi Awan Panas
Pixabay
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 700 meter

MATATELINGA, Jawa Timur: "Terjadi erupsi Gunung Semeru, Selasa, (3/2/2026), pukul 04.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.

Baca Juga:

Aktivitas Gunung Semeru untuk pengamatan kegempaan pada Selasa periode pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB terekam mengalami 20 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm dan lama gempa 83-155 detik, kemudian lima kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 56-78 detik.

"Aktivitasnya juga mengalami satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P 50 detik dan lama gempa 175 detik," katanya.

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi dengan letusan setinggi 700 meter di atas puncak pada Selasa (3/2/2026) pagi.

Secara visual, lanjut dia, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I, asap kawah tidak teramati dan cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat laut.

Mukdas menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Gunung Semeru  Meletuskan Sebanyak 38 kali
Abu Vulkanik Menyembur Gunung Semeru Teramati Berwarna Putih Hingga Kelabu
TNI Bergerak Cepat Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru Sebanyak Delapan Kali Dengan Ketinggian 800 Meter
Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak Gunung Semeru, Akibat Tujuh Kali Erupsi
Kembali Erupsi  Gunung Semeru dengan Letusan Setinggi 700 meter di atas Puncak
 
Komentar
 
Berita Terbaru