Matatelinga.com - Hari Osteoporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober. Diperingati setiap tahun karena terkadang kesehatan tulang sering terabaikan dibanding organ lain.
Padahal, kesehatan tulang juga sama pentingnya dengan bagian tubuh lain. Bagaimana tidak, terjadinya osteoporosis ditandai dengan hilangnya massa tulang yang membuatnya lemah dan rapuh. Coba bayangkan jika tulang yang menopang tubuh Anda rapuh?
Hal tersebut akan meningkatkan risiko mengalami patah tulang dan berpotensi menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Terlebih, osteoporosis juga terkait dengan kondisi kesehatan lainnya, seperti fibromyalgia, batu ginjal, psoriasis, penyakit jantung dan kanker payudara. Khusus artikel ini, kita akan membahas hubungan osteoporosis dengan fibromyalgia.
Fibromyalgia dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Sebuah kondisi yang ditandai dengan nyeri meluas, fibromyalgia dapat mengakibatkan mobilitas dan kurangnya paparan sinar matahari. Hal tersebut merupakan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan osteoporosis.
Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai oleh hilangnya massa tulang. Untuk menjaga kepadatan tulang, seseorang harus rajin berolahraga, makan makanan kaya kalsium dan mendapatkan jumlah vitamin D yang cukup serta mudah diserap melalui paparan sinar matahari.
Dalam studi terbaru, para peneliti mengevaluasi tingkat vitamin D dan kepadatan mineral tulang pada pasien fibromyalgia perempuan dan perempuan sehat. Para peneliti menemukan, perempuan dengan fibromyalgia memiliki kadar serum vitamin D lebih rendah. Pasien fibromyalgia dengan kadar vitamin D rendah juga mengalami kebingungan, gangguan memori, gangguan suasana hati, jantung berdebar, sindrom kaki gelisah dan gangguan tidur.
Selain itu, kepadatan mineral tulang juga ditemukan lebih rendah pada pasien fibromyalgia. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa fibromyalgia merupakan faktor risiko untuk mengembangkan osteoporosis.
Efek fibromyalgia pada kesehatan tulang
Seperti disebutkan sebelumnya, fibromyalgia dapat mempengaruhi kesehatan tulang, karena kondisi negatif mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dan berolahraga. Selain itu, fibromyalgia juga mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyerap vitamin D dari sinar matahari.
Selanjutnya, pencernaan pada pasien fibromyalgia juga sering terganggu. Artinya, mereka tidak bisa dengan baik menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Hal ini menyebabkan banyak pasien mengonsumsi suplemen untuk menebus setiap kekurangan gizi.
Untuk alasan ini, fibromyalgia menjadi faktor risiko osteoporosis. Kabar baiknya, jika benar mengendalikan fibromyalgia dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang, seseorang dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis.