Rabu, 03 Juni 2026 WIB
Kesehatan

Wanita yang Sering Melahirkan lebih Rendah Risiko Kanker Ovarium

Admin - Sabtu, 09 Mei 2015 09:31 WIB
Wanita yang Sering Melahirkan lebih Rendah Risiko Kanker Ovarium
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Kanker ovarium adalah salah satu jenis kanker yang menghantui banyak wanita. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa menurunkan kemungkinan penurunan risiko kanker. Di antaranya adalah wanita yang sering melahirkan dan wanita yang mengikuti program KB.

Dokter sub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan FKUI, Prof Dr dr Andrijono, SpOG(K), mengatakan bahwa ovulasi (pematangan sel telur), yang terjadi setiap bulan dalam siklus kesuburan wanita, diketahui sebagai titik awal kemunculan kanker pada survivor kanker ovarium. Untuk itu, menghambat ovulasi, seperti dengan KB atau kehamilan, akan mencegah kemungkinan kemunculan atau kekambuhan kanker.

"Saat mengikuti program KB, wanita kan menjadi terhambat ovulasinya, sehingga tidak hamil. Selain itu, dengan kontrol KB setiap tahun, wanita juga bisa dimonitor terus kondisi alat reproduksinya. Begitu juga saat hamil, di mana selama 9 bulan tidak akan ada trauma ovulasi," jelas Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) ini dalam peluncuran kampanye "OvaCheck - Kenali Kanker Ovarium" di Double Tree Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).

Dr Andrijono mengatakan bahwa trauma ovulasi masih menjadi dugaan sementara penyebab munculnya kanker ovarium. Trauma ovulasi terjadi pada setiap proses ovulasi, di mana ada proses perbaikan atau kematian sel yg rusak di dalam ovarium, sebelum sel telur dilepaskan. Kegagalan dalam proses perbaikan atau kematian sel akibat adanya sifat sel yang abnormal (akibat mutasi gen) adalah pemicu tumbuhnya tumor yang dapat berakhir dengan kanker.

"Memang tidak setiap ovulasi yang dialami wanita berisiko kanker. Intinya wanita harus waspada kanker ovarium bila punya riwayat keluarga dengan kanker; pernah didiagnosis kanker sebelumnya misal kanker payudara; atau faktor usia, karena kebanyakan kanker terjadi pada wanita di usia menopause," paparnya.

Selain, mengikuti program KB, khususnya dengan kontrasepsi oral, dan mengandung, masa menyusui eksklusif juga ditemukan menurunkan risiko kanker ovarium. Namun demikian, mempraktikkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah kanker apapun, termasuk kanker ovarium. Demikian dikutip laman okezone.com, Sabtu (9/5/2015)

 

(Fit)

 

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru