MATATELINGA, Medan :Menjalani pengobatan jauh dari tempat tinggal bukan perkara mudah bagi Safrida, 48 tahun, warga Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, ia harus menjalani rangkaian pengobatan akibat keloid pascaluka bakar yang tumbuh dan mengganggu aktivitas sehari-hari.Kondisi tersebut bahkan berdampak pada saraf kaki sehingga membuat Safrida kesulitan duduk. Ia pun harus menjalani pengobatan dan operasi secara bertahap di RSUP H. Adam Malik Medan.
Bagi Safrida dan keluarga, proses pengobatan itu tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga kemampuan ekonomi. Suaminya bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Sementara itu, jarak dari Pangkalan Brandan menuju Medan membuat keluarga harus memikirkan biaya transportasi, tempat tinggal sementara, makan, serta kebutuhan selama masa perawatan.
Di tengah beratnya perjuangan tersebut, Safrida merasa sangat terbantu dengan kehadiran Rumah Singgah YBM PLN yang berada di Jalan Bunga Lau Dalam, Medan Tuntungan, tidak jauh dari RSUP H. Adam Malik Medan. Rumah singgah ini menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien dan keluarga pendamping yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan di Kota Medan, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan biaya.
Informasi mengenai rumah singgah tersebut diperoleh Safrida dari sesama pasien. Setelah menjalani operasi pertama pada Januari 2026, Safrida mulai tinggal di Rumah Singgah YBM PLN pada 15 Januari 2026 bersama anaknya. Sejak saat itu, rumah singgah tersebut menjadi tempatnya beristirahat, memulihkan diri, dan mengumpulkan kekuatan untuk kembali menjalani pengobatan.
Sejak Januari hingga April 2026, Safrida telah menjalani tiga kali operasi. Selama empat bulan proses pengobatan tersebut, Rumah Singgah YBM PLN membantu meringankan beban biaya yang selama ini menjadi kekhawatiran besar keluarganya.
"Alhamdulillah sekali, Pak. Dengan adanya rumah singgah ini, kami sangat terbantu. Kami tidak perlu lagi memikirkan biaya kos, makan, dan biaya pulang-pergi dari rumah di Brandan ke rumah sakit. Kami sangat berterima kasih kepada YBM PLN dan seluruh pengelola," ujar Safrida dengan penuh rasa syukur.
Baca Juga: