Jumat, 11 September 2026 WIB

Bangun Generasi Emas: Polsek Medan Timur Ajak Remaja Medan Jauhi Kenakalan dan Raih Prestasi

Putra - Kamis, 02 Oktober 2025 07:00 WIB
Bangun Generasi Emas: Polsek Medan Timur Ajak Remaja Medan Jauhi Kenakalan dan Raih Prestasi
Dialog Interaktif Hallo Polisi yang digelar di Studio I RRI Medan, Jalan Gatot Subroto No. 214 Medan, Rabu (1/10/2025) pukul 15.00 – 16.00 WIB.

MATATELINGA,Medan : Polda Sumatera Utara terus aktif hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi hukum, kali ini melalui program Dialog Interaktif Hallo Polisi yang digelar di Studio I RRI Medan, Jalan Gatot Subroto No. 214 Medan, Rabu (1/10/2025) pukul 15.00 – 16.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Kanit Binmas Polsek Medan Timur, Ipda Sagita Ifani Emri, S.Sos, dengan topik pembahasan "Kenakalan Remaja".

Ipda Sagita menyampaikan bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang dari norma sosial maupun hukum, yang kerap dilakukan oleh anak-anak di usia remaja.

Baca Juga:

"Kenakalan remaja bisa berbentuk pelanggaran norma sosial, seperti bolos sekolah, perkelahian, seks bebas, hingga penggunaan alkohol. Sementara bentuk pelanggaran hukum bisa berupa tawuran, pencurian, penyalahgunaan narkoba, dan tindak kekerasan," jelasnya.

Lebih lanjut, Sagita menuturkan sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya kenakalan remaja. Dari sisi internal, fase pencarian jati diri serta lemahnya kontrol diri sering membuat remaja mudah terjerumus. Sedangkan dari sisi eksternal, faktor keluarga, lingkungan pertemanan, media massa, hingga kondisi sosial ekonomi turut memberi pengaruh besar.

"Ketidakharmonisan dalam keluarga, minimnya perhatian dan komunikasi, atau salah dalam pola pendidikan bisa menjadi pemicu. Begitu juga pergaulan yang salah serta derasnya arus informasi negatif dari media sosial dan internet. Semua itu bisa mempercepat remaja masuk ke perilaku menyimpang," ungkapnya.

Ipda Sagita juga menekankan bahwa dampak kenakalan remaja tidak bisa dianggap sepele. "Masalah hukum, terganggunya pendidikan, rusaknya kesehatan fisik maupun mental, hingga terhambatnya hubungan sosial adalah beberapa dampak serius yang bisa merusak masa depan mereka," ujarnya.

Namun, Sagita menegaskan bahwa bagi remaja yang terlanjur terjerumus, masih ada jalan keluar. Bantuan profesional dari konselor atau lembaga rehabilitasi, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting untuk memulihkan mereka.

Menutup dialog, Ipda Sagita menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para generasi muda.

Baca Juga:

"Saya ingin berpesan kepada adik-adik semua, jadilah generasi yang berhasil. Ingatlah, keberhasilan tidak datang secara instan. Kita harus berusaha sungguh-sungguh, menjaga sikap, dan bertanggung jawab atas pendidikan kita. Masa depan ada di tangan kalian masing-masing, bukan hanya orang tua. Jadilah generasi berprestasi yang membawa keberhasilan, demi bangsa dan negara, dan khususnya untuk masa depan kalian sendiri," pungkasnya.

Melalui dialog ini, Polri berharap masyarakat, khususnya para remaja, semakin memahami pentingnya menjaga diri dari perilaku menyimpang, sekaligus membangun karakter positif yang akan menjadi bekal menuju masa depan yang lebih baik.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Bangun Kembali Tujuh Jembatan Penghubung Destinasi Wisata Langkat,
DPRD Medan Minta Bongkar Pagar Besi yang Halangi Jalan Amal
Polsek Bosar Maligas Gelar Sosialisasi KEK Sei Mangkei, Masyarakat Dukung Pembangunan Portal Gerbang Timur
Ajak Karang Taruna Bangun Simalungun, Bupati Minta PMPN Bentuk Karang Taruna Nagori/Kelurahan
Pembangunan Pemukiman Mevaseret Adumim Disetujui, Tepi Barat Terbelah Dua
Wakil Ketua DPRD Sumut Dr. Sutarto M.Si Desak Percepatan Pembangunan TPST Regional Mebidang
 
Komentar
 
Berita Terbaru