Sabtu, 03 Oktober 2026 WIB

Sebanyak 1.949 orang ditangkap Karena Demo di Saint-Denis

Redaksi - Sabtu, 03 Oktober 2026 07:45 WIB
Sebanyak 1.949 orang ditangkap Karena Demo di Saint-Denis
aksi demo di Paris ribuan ditangkap dan sebagain ada luka luka

MATATELINGA,Paris: Para pelajar sekolah menengah dan mahasiswa bergabung dengan petugas pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, staf transportasi, dan pegawai negeri lainnya yang sedang melakukan aksi mogok kerja.
Mereka menuntut perekrutan lebih banyak guru pengganti serta kondisi pembelajaran yang lebih baik. Mereka mendirikan barikade darurat, memblokade sekolah dan universitas, serta membakar tempat sampah saat berhadapan dengan polisi.

Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa dan pelajar yang berunjuk rasa di Saint-Denis, sebuah kawasan pinggiran kota Paris, di tengah aksi mogok kerja nasional yang berujung pada penangkapan hampir 2.000 orang di seluruh Prancis.

Sebanyak 1.949 orang ditangkap pada Kamis, (1/10/2026) meningkat dari 625 orang pada hari sebelumnya. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengecam apa yang disebutnya sebagai "kekerasan yang tak terkendali," sementara kementerian melaporkan bahwa 305 petugas polisi dan gendarme (polisi militer) mengalami luka-luka.

Baca Juga:
Menteri Pendidikan Prancis Édouard Geffray mengatakan bahwa lebih dari 400 sekolah akan ditutup pada hari Jumat akibat kerusuhan tersebut. Ia berpendapat bahwa gerakan pelajar itu telah "disandera oleh kelompok-kelompok kekerasan."

Nunez mengatakan bahwa badan pengawas kepolisian Prancis, Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional, telah membuka tiga penyelidikan terkait insiden yang menyebabkan para pelajar mengalami cedera.

Menurut laporan RFI, dalam salah satu kasus, jaksa menyatakan bahwa seorang pemuda di Tours menderita cedera kepala yang mengindikasikan adanya benturan akibat proyektil yang ditembakkan dari senjata polisi yang bersifat tidak mematikan.

Namun, Menteri Dalam Negeri membela tindakan kepolisian secara keseluruhan dan menyebutnya sebagai respons yang proporsional.

Baca Juga:
Di Marseille, para pengunjuk rasa menyerang petugas pemadam kebakaran yang sedang menangani kebakaran di luar Lycée Saint-Exupéry, serta menjarah dan membakar salah satu kendaraan mereka. Seorang petugas pemadam kebakaran terluka, dikutip Okezone.

Para pengunjuk rasa juga membakar sebuah bus kota di dekat Lycée La Floride, sementara beberapa bus lainnya diserang, sehingga pihak berwenang menghentikan layanan transportasi umum di seluruh Marseille.

Pemerintah menggelar rapat darurat pada Kamis, dan setelah itu kantor perdana menteri dengan mengutip informasi dari badan intelijen—menyatakan bahwa kekerasan tersebut diorganisasi oleh partai sayap kiri La France Insoumise (LFI) beserta "pihak-pihak proksi sayap kiri jauhnya."

Juru bicara LFI, Manuel Bompard, mendesak pemerintah untuk "tidak terjebak dalam teori konspirasi atau memperlakukan siswa SMA layaknya anak-anak."

Baca Juga:
"Gerakan spontan ini lahir dari rasa frustrasi terhadap kondisi pendidikan yang sama sekali tidak dapat diterima," ujar Bompard kepada AFP.

Jean-Luc Mélenchon, kandidat dari partai LFI untuk pemilihan presiden tahun depan, mengimbau para siswa untuk hanya menggunakan cara-cara tanpa kekerasan.

Para siswa menuntut peningkatan pendanaan bagi pendidikan negeri, jadwal pelajaran yang tidak terlalu padat, serta ukuran kelas yang lebih kecil. Christelle Kauffmann, wakil sekretaris jenderal serikat administrator sekolah SNPDEN-Unsa, menyatakan bahwa pihak kepala sekolah tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk mengurangi jumlah siswa di dalam kelas.

Baca Juga:

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Gubernur Bobby Nasution  Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus
Pelindo Belawan Buka Ruang Belajar bagi Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan di Terminal Penumpang Bandar Deli
Ini Pernyataan Resmi USU Terkait Meninggalnya Mahasiswa FIB
Rico Waas Dukung Munas BEM Politeknik se-Indonesia di Medan
Setelah UNDIP, BTN Hadirkan KTM Co-Branding Untuk 12.000 Mahasiswa Baru UNNES
Pelindo Regional 1 Belawan Kenalkan Ekosistem Kepelabuhanan kepada Mahasiswa Magang
 
Komentar
 
Berita Terbaru