Senin, 27 Juli 2026 WIB

Rusia menembakkan 111 drone dan Satu Rudal Balistik ke Ukraina

Redaksi - Sabtu, 31 Januari 2026 06:15 WIB
Rusia menembakkan 111 drone dan Satu Rudal Balistik ke Ukraina
Pixabay
rudal

'Bukti yang bertentangan'

Baca Juga:

Rusia menyerang aset energi Ukraina di beberapa wilayah Ukraina pada hari Kamis, tetapi tidak ada serangan terhadap fasilitas tersebut semalam, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Jumat (30/1/2026).

Dalam unggahan di media sosial, Zelenskyy juga mencatat bahwa Rusia telah mengalihkan perhatiannya untuk menargetkan jaringan logistik Ukraina dan bahwa drone dan rudal Rusia menghantam daerah pemukiman Ukraina semalam, seperti yang terjadi hampir setiap malam selama perang.

Trump menganggap penerimaan Putin sebagai konsesi. Tetapi Zelenskyy skeptis karena invasi Rusia mendekati peringatan keempatnya pada 24 Februari tanpa tanda-tanda bahwa Moskow bersedia mencapai kesepakatan damai meskipun ada dorongan yang dipimpin AS untuk mengakhiri pertempuran.

"Saya tidak percaya bahwa Rusia ingin mengakhiri perang. Ada banyak bukti yang menunjukkan sebaliknya," kata Zelenskyy pada hari Kamis. Ukraina siap menghentikan serangannya terhadap infrastruktur energi Rusia, termasuk kilang minyak, jika Moskow juga menghentikan pemboman jaringan listrik Ukraina dan aset energi lainnya, katanya.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan bahwa Rusia menembakkan 111 drone dan satu rudal balistik ke Ukraina semalam, melukai sedikitnya tiga orang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pertahanan udaranya semalam menembak jatuh 18 drone Ukraina di beberapa wilayah Rusia, serta Krimea yang dianeksasi secara ilegal dan Laut Hitam.

Prakiraan cuaca dingin yang ekstrem

Para peramal cuaca mengatakan Kyiv, yang baru-baru ini mengalami kekurangan listrik yang parah, akan mengalami periode dingin yang sangat brutal mulai Jumat dan diperkirakan akan berlangsung hingga minggu depan. Suhu di beberapa daerah akan turun hingga minus 30 derajat Celcius (minus 22 Fahrenheit), kata Layanan Darurat Negara.

Kemungkinan jeda dalam serangan sektor energi dibahas pada pertemuan akhir pekan lalu di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, antara utusan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat, kata Zelenskyy, menambahkan bahwa ia telah setuju untuk mematuhi "pendekatan timbal balik" terhadap serangan energi.

"Jika Rusia tidak menyerang kita, kita akan... mengambil langkah-langkah yang sesuai," katanya kepada wartawan.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Grand Opening Reino Komputindo : Bawa Laptop dan Komputer Berkualitas
Website Desa Gagal Total, 16 Gampong di Labuhan Haji Minta Dana Dikembalikan
Moskow Sambut Baik Krisis NATO, Sementara Perang Ukraina Mencekik Perekonomian Rusia
Militer Rusia Menderita Kerugian Besar Dalam Pertempuran di Ukraina
Amerika Serikat Menuduh Rusia Melakukan "Eskalasi Perang yang Berbahaya"
Ini Negara Negara Besar Mendukung Venezuela dan Menukudung AS
 
Komentar
 
Berita Terbaru