Senin, 24 Agustus 2026 WIB

PTPN IV PalmCo Tancap Gas Garap Kedelai, Siap Tekan Impor dan Percepat Swasembada Pangan Nasional

Redaksi - Sabtu, 11 Juli 2026 07:00 WIB
PTPN IV PalmCo Tancap Gas Garap Kedelai, Siap Tekan Impor dan Percepat Swasembada Pangan Nasional
Gerakan tanam kedelai.

MATATELINGA, Jakarta :PTPN IV PalmCo mulai tancap gas menggarap pengembangan kedelai sebagai komoditas strategis untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. BUMN perkebunan ini tengah mematangkan pilot project yang diharapkan mampu menjadi terobosan dalam meningkatkan produksi kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan pengembangan kedelai menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam mendukung program pemerintah memperkuat ketahanan pangan.

Baca Juga:


"Kedelai merupakan komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional," ujar Jatmiko.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI ke sentra kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Mei 2026. Komitmen itu langsung diwujudkan melalui ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Sumatera Utara.

Baca Juga:
PalmCo menggandeng Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara dalam penerapan teknologi budidaya dan penggunaan varietas unggul Grobogan. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan model pengembangan kedelai yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Langkah PalmCo dinilai strategis mengingat kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,6–2,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi permintaan. Akibatnya, Indonesia hingga kini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan industri pangan seperti tahu dan tempe.
Sebelum proyek dijalankan secara penuh, PalmCo masih melakukan kajian menyeluruh terhadap lahan yang akan digunakan, mulai dari karakteristik tanah, ketersediaan air, topografi, hingga kesesuaian agroklimat guna memastikan tingkat keberhasilan budidaya.

"Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan," kata Jatmiko.

Dengan melibatkan pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan, PalmCo berharap pilot project ini menjadi model nasional pengembangan kedelai yang mampu meningkatkan produksi, mengurangi impor, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
(Erni)

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Aksi Tanam Pohon bersama Pelindo
Koderal I Dukung Penghijauan Lingkungan, Asri dan Bersahabat
Terdakwa Kasus Dugaan Penguasaan Aset PTPN IV Divonis Bebas, PN Medan: Unsur Kerugian Negara Tak Terbukti
2 Tersangka Pembakaran Dan Perusakan di PT Bridgestone  Diamankan
Jasad Hermin Lasih Silalahi Ditemukan Membusuk di Parit Perkebunan Sawit
Jejak Abadi 98 Wali Kota di Tanah Medan, Jadi Ikatan Kuat Antar Kota Se-Indonesia
 
Komentar
 
Berita Terbaru