MATATELINGA. Jakarta - Jika konsumsi tinggi maka ekonomi dan investasi akan turut naik. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua PAN itu mengatakan hal lain yang punya kontribusi penting dalam menggenjot pemulihan ekonomi nasional adalah adanya ritel offline dan online. Di tambah era sekarang didukung oleh kemajuan teknologi yang memudahkan orang berjualan di toko online.
"Pemerintah akan terus dorong bisnis ritel tetap tumbuh, dan bersikap secara adil dan sehat, maksudnya kompetisinya," ucap dia.
Baca Juga:Penghargaan Tertinggi Adalah Kepuasan & Partisipasi Masyarakat
Dia mengakui, akibat pandemi perilaku orang belanja offline bergeser ke belanja online. Maka dari itu, Zulhas bilang, pemerintah mendorong pemanfaatan transaksi secara online, pengiriman pelayanan pesan antar dan sistem pembayaran secara elektronik, sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat dipenuhi.
"Salah satu peluangnya adalah pengembangan e-commerce yang harus dimanfaatkan pengusaha retail Indonesia untuk menjaga kinerja dan pengembangan bisnisnya. Omsetnya jangan turun, cari dan cara-cara yang baru," ucap Zulhas.
Zulhas menuturkan, konsumsi punya pengaruh besar atau setidaknya 53,65% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sehingga, kata dia, semakin banyak orang berbelanja maka pertumbuhan ekonomi semakin tinggi, dan tentu akan mendorong daya beli masyarakat.
"Makin orang belanja, pertumbuhannya tinggi. Ya tentu daya belinya tinggi, inflasi naik pun kalau orangnya banyak. Tapi kalau pertumbuhannya rendah, penghasilan stuck, apalagi turun, cabai mahal, saya dimarahi orang," kata dia, seperti dikutip dari Okezone Jum'at (15/07/2022).