Matatelinga - Singapura, Kiwi menguat setelah Gubernur Reserve Bank Graeme Wheeler menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada 2014. Dia meminjam dolar AS untuk membeli kiwi atau yang dikenal sebagai carry trade sebesar 8,5 persen tahun ini.
Dolar Selandia Baru alias Kiwi naik ke tingkat tertinggi dalam hampir tiga tahun, setelah data ekspor yang lebih kuat dari perkiraan. Sementara dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah karena data-data ekonomi yang jauh dari harapan.
Sebuah indikator yang mengukur dolar AS terhadap 10 mata uang utama mencatat level terburuk dalam tiga tahun, karena data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan, didukung biaya pinjaman yang tetap mendekati 0 persen.
"Mengingat momentum belakang ini, prospek kiwi benar-benar cukup tinggi dalam waktu dekat. Perbedaan Interest-rate dan volatilitas yang rendah saat ini baik dalam mendukung dolar Selandia Baru," kata analis pasar di Wellington Bank of New Zealand Ltd, Kymberly Martin, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (27/6/2014).
The Bloomberg Dollar Index Spot sedikit berubah pada 1.007,50, dan menjadi penutupan terendah sejak 8 Mei. Sebuah indeks, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, telah melemah 1,2 persen sejak 31 Desember, penurunan terbesar dalam enam bulan pertama setiap tahun sejak 2011.
Dolar AS turun 0,1 persen menjadi 101,65 per USD, sementara terhadap euro diperdagangkan di USD1,3612 terhadap euro, turun 0,1 persen minggu ini. Indeks Volatilitas FX Deutsche Bank AG turun menjadi 5,28 persen, terendah sejak Agustus 2001.
(Okz/Mt)