Sabtu, 03 Oktober 2026 WIB

Malam Puncak Milad Kohati ke 58, Diskusi Kedudukan Perempuan di Bidang Politik

- Minggu, 22 September 2024 11:37 WIB
Malam Puncak Milad Kohati ke 58,  Diskusi  Kedudukan Perempuan di Bidang Politik
Matatelinga.com
Diskusi dan Malam Puncak Milad Kohati Ke -58, 
MATATELINGA, Medan : Organisasi kohati mengadakan Diskusi dan Malam Puncak Milad Kohati Ke -58, dengan judul manifesto Hak Hak Perempuan Dalam Realitas Keterwakilannya pada Pilkada 2024 Sekaligus Pilkada Damai.

Acara ini di laksanakan di jalan Eka Rasmi,Medan Johor di cafe Minum Kopi Medan, Sabtu 21 September 2024,pukul 19.00-22.00 wib.


Adapun beberapa narasumber kita Ketua umum Kohati Badko Sumut,Tutut Wijayanti, Walikota Pematang Siantar Dr Susanti Dewayani,SP.A Joko Arief Budiono,SH Anggota Bawaslu Provinsi Sumut, Robby Effendi ,AMD,SPD Komisioner KPU Sumut,dan Sri Kumala,SE MM Ketua KPPI Sumut.

Tutut Wijayanti Ketua umum Kohati Badko Sumut Menyampaikan ," rangkain kegiatan itu ada kompetisii, lalu ada talk show, lalu juga ada penanaman seribu pohon, untuk program yang kita teruskan dari pusat, dan di Sumut melanjutkan program itu Karena Kohati Sumut ada 12 cabang di daerah beberapa Kohati cabang yang ada di daerah juga meneruskan program daerah yang kita buat.

[br]

Untuk pembicara itu ada 4 targetnya, dari sisi perempuan topik utama tentang manifestoha hak- hak perempuan ,harapan bisa mengundang Tokoh tokoh perempuan sumatera Utara untuk menyampaikan kondisi Realitas yang ada Hari ini, terus juga mengenai pengalaman Mereka, bagaimana Pilkada maupun dikancah politik diskriminasi atau dukungan seperti apa yang spesifik tentang perempuan atau sesuai jalur atau hak - hak belum dipenuhi.salah satu narasumber berhalangan hadir yaitu walikota Siantar, barang kali beliubelum bisa hadir sibuk untuk penentuan calon, kita juga undang KPPI Sumut, Kampus Perempuan Politik Indonesia,juga berhalangan hadir,ujar Tutut Wijayanti.


Selanjutnya Tutut Wijayanti menambahkan,
kita harapannya dari kampus politik Indonesia terkhusus Sumut mereka bisa sampaikan realita yang ada ,mereka punya pengalaman dan mereka punya kebijakan yang di laksanakan lalu mereka tidak hadir sangat disayangkan Karena point utama dari diskusi ,kita angkat tentang perempuan kita desak hak- hak perempuan belum terealisasi ,kita wujudkan manifesto tapi ternyata yang hadir KPU dan Bawaslu,dari sudut pandang, penyelengara dan pengawas kita ingin pilkada kita kali ini benar riang bergembira, kalau kita lirik menarik dari pesta politik beberapa waktu ini.

Kemudian Tutut Wijayanti melanjutkan, "Kohati ini sudah punya umur cukup tua sudah 58 tahun kita mau mengembangkan organisasi perempuan yang berdaya, dan berkualitas. sebenarnya dahulu sebelumya Kohati juga sudah banyak yang menduduki posisi strategis, harapan hari ini kita kembangkan apa yang sudah ada, kita maksimalkan untuk potensi , kita siap untuk mengkritisi dan menjadi patner untuk mewujudkan keadilan untuk para perempuan merata, dan untuk keleluasaan Prempuan berbagai rangka,Untuk pilkada damai dari Kohati Sumut sendiri siap menjadi lokoomotif yang menyampaikan kepada Masyarakat luas bahwa kita mendukung siap Suport pilkada damai, dan juga siapmenjadi fatner menyampaikan visi ini bersama.


[br]


Joko Arief Budiono ,SH Anggota Bawaslu Sumut Menyampaikan," saya menyambut mengapresiasi positif kepada kegiatan ini dan tentu saja harapan kami ini bisa mendorong, membuka semua komunitas, yang peduli, pemilu dan pemilihan dan batas kontribusi terhadap sebagaimana diharapkan masyarakat pemilu damai bukan tanpa konflik dan bermartabat.Harapan yang itu tadi Kohati Badko dapat meneruskan kegiatan ini sehingga bisa berkontribusi terhadap pemilu dan pilkada ,berkontribusi terhadap hak hak perempuan,ujar Joko Arif Budiono.

Robby EFFendi ,AMD ,SPd Komisioner KPU Sumut yang di sampaikan oleh Tutut Wijayanti stegmennya ,Menyampaikan "Kita Undang KPU Sumut dengan harapan kita juga mau melihat bagaimana dari penyelenggara, apakah memang relalitas dari penyelenggara sudah sesuai harapan masyarakat atau belum dan juga kita juga suatu rekanan dari KPU untuk menyelesaikan pilkada damai ke masyarakat dan menjadi fatner. Jadi kalau Kohati daerah itu ada 12 termasuk Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang kisaran, Asahan, labuhanbatu Padang Sidempuan, Madina, Sibolga dan juga Siantar kurang lebih itu ",pungkasnya.
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru