Jumat, 08 Mei 2026 WIB

Demo di Konjen Malaysia, Driver Ojol di Medan Tuntut Bos Taksi Malaysia Dihukum

- Rabu, 11 September 2019 11:51 WIB
Demo di Konjen Malaysia, Driver Ojol di Medan Tuntut Bos Taksi Malaysia Dihukum
Mtc/fae
Seratusan driver ojek online berunjuk rasa di depan Kantor Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (11/9/2019). Mereka menuntut pemerintah Malaysia segera menghukum bos taksi Malaysia yang beberapa hari lalu dinilai telah menghina raky
MATATELINGA, Medan: Seratusan driver ojek online berunjuk rasa di depan Kantor Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (11/9/2019). Mereka menuntut pemerintah Malaysia segera menghukum bos taksi Malaysia yang beberapa hari lalu dinilai telah menghina rakyat Indonesia.



[adx]

Raja Siva Pakpahan, koordinator aksi itu mengungkapkan, hinaan yang dilontarkan Shamsubahrin Ismail itu telah melukai hati rakyat Indonesia. 

"Dia mengatakan kita ini orang miskin. Dia hina kita, driver Gojek," katanya saat berorasi.

Sehingga lanjutnya, massa menuntut Pemerintah Malaysia segera mengambil tindakan hukum kepada pelaku penghinaan itu sesuai hukum yang berlaku di Malaysia. 
"Dia harus dihukum, sesuai hukum dan konstitusional," teriak mereka.

Selain itu, para driver ojol ini juga mendesak pemerintah Malaysia membuat permohonan maaf secara terbuka kepada pemerintah dan rakyat Indonesia baik melalui media cetak maupun elektronik. Massa mendesak tuntutan tersebut harus dipenuhi dalam jangka waktu tujuh hari ke depan.

"Jika tuntutan kami ini tidak dipenuhi, kami akan kembali lagi dengan kekuatan yang lebih besar," kata salah seorang pendemo, Muhammad Nur.



[adx]

Selain berorasi, ratusan pengendara ojek online menggalang aksi pembubuhan tanda tangan di spanduk untuk menyatakan pernyataan sikap terkait peristiwa itu. 

Diketahui, bos perusahaan taksi Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail menyampaikan penolakan terhadap Gojek yang ingin masuk ke Malaysia. Selain itu, Syamsubahrin menyebut Indonesia sebagai negara miskin.
Berdasarkan videonya yang viral di media sosial, dia mengungkapkan, Gojek bisa berkembang di Indonesia karena jalan raya di Indonesia yang terlalu sempit untuk kendaraan. Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi.

Video ini mendapat kecaman dari warganet Indonesia. Videonya viral dimana-mana dan memicu gelombang unjuk rasa di beberapa daerah di Indonesia. (mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru