Selasa, 08 September 2026 WIB

Selidiki Kawasan Hutan Negara yang Dijadikan Jalan di Habinsaran, Tim Gakkum Tidak Dikawal Polres Tobasa

- Jumat, 23 Agustus 2019 11:03 WIB
Selidiki Kawasan Hutan Negara yang Dijadikan Jalan di Habinsaran, Tim Gakkum Tidak Dikawal Polres Tobasa
mtc/pintor
Tim gabungan Gakkum, BKSDA, Koramil-15 Habinsaran dan KPH-IV Balige yang terjun ke lokasi pembukaan jalan yang berada di Desa Pararungan Kecamatan Habinsaran tidak didampingi personil Polres Tobasa.
MATATELINGA, Tobasa: Tim gabungan Gakkum, BKSDA, Koramil-15 Habinsaran dan KPH-IV Balige yang terjun ke lokasi pembukaan jalan yang berada di Desa Pararungan Kecamatan Habinsaran tidak didampingi personil Polres Tobasa. 



[adx]

Seperti yang dijanjikan dalam rapat singkat pada malam Rabu, 21/8/19 sekitar pukul 20:00 WIB di KPH-IV.

Dalam rapat tersebut, utusan dari Polres Tobasa menjanjikan 6 orang. Namun hingga tim tiba di lokasi sekitar 4,5 jam perjalanan dari Balige, Tim dari polres belum kunjung tiba. Yang datang hanya tim dari Polsek Habinsaran atas perintah dari Kapolsek IPTU Esron Napitupulu.

Di lokasi, banyak anggota tim yang mulai menyerah karena lokasi jalan yang terjal dan licin.  Namun semua tim tetap kompak dan melakukan tugas masing-masing.

Hingga saat tim gabungan keluar dari lokasi, tim dari polres Tobasa tidak kunjung datang seperti yang dijanjikan.

Sebagaimana diberitakan, pembukaan jalan di Desa Pararungan Kecamatan Habinsaran dengan menggunakan 2 buah  alat berat menuai masalah. Masalah muncul ketika kepala desa melalui rapat desa memutuskan pembukaan jalan. 

Pembukaan jalan yang dimaksud  ternyata berada di kawasan hutan negara.  



[adx]

Mendengar laporan dari warga, dinas kehutanan KPH-IV Balige meninjau lokasi dan melakukan tindakan pelarangan atas kegiatan tersebut.Warga mengklaim  bahwa lahan itu adalah memiliki mereka secara turun temurun.

Warga yang mendengar larangan dari dinas kehutanan KPH-IV Balige menolak untuk berhenti. Pekerjaan pembukaan jalan tetap berlanjut hingga mencapai  13 kilo meter.

KPH-IV Balige, SPORC (satuan polhut reaksi cepat) bersama Gakkum dan BKSDA turun meninjau lokasi pada Kamis, (22/8/19).  Tujuannya untuk memetakan dan melihat kondisi yang terjadi. 

Setibanya di lokasi, tidak ditemukan 2 alat berat yang dimaksud. Kedua alat berat yang dimaksud sudah berada terparkir di halaman warga. Operasi ini diduga sudah bocor.

Tim yang terdiri dari 40 orang tersebut mengambil data dan lokasi. Berdasarkan GPS di lokasi didapati bahwa jalan tersebut sudah masuk 3 wilayah. Area Penggunaan Lain (APL), Hutan Lindung (HL) dan Kawasan Suaka Marga Satwa.

Selain itu, tim juga mengambil data jumlah kayu yang tumbang akibat pembukaan jalan tersebut. Hingga berita ini dikirimkan, TIM masih mengambil keterangan dari warga termasuk kepala desa. (mtc/pintor)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru