Sabtu, 12 September 2026 WIB

Ada Isu Kiamat di Ponorogo, Ini Tanggapan MUI Sumut

- Jumat, 15 Maret 2019 19:06 WIB
Ada Isu Kiamat di Ponorogo, Ini Tanggapan MUI Sumut
mtc/net
Belakangan ini isu kiamat heboh di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur. Dimana, lebih 52 warga di desa tersebut mengungsi dan mencari perlindungan ke pondok pesantren yang ada di Malang. Bahkan, kabarnya puluhan masyarakat tersebut t
MATATELINGA, Medan: Belakangan ini isu kiamat heboh di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur. Dimana, lebih 52 warga di desa tersebut mengungsi dan mencari perlindungan ke pondok pesantren yang ada di Malang.  Bahkan, kabarnya puluhan masyarakat tersebut telah menjual barang-barang mereka untuk membeli sebuah pedang dari pengikutnya sebagai senjata untuk melindungi diri mereka.


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara angkat bicara terkait isu hari Kiamat yang membuat puluhan masyarakat yang hijrah di Ponorogo, Jawa Timur. 

Sekretaris Umum MUI, Sumatera Utara, H. Ardiansyah mengatakan bahwa isu hari Kiamat di Ponorogo tersebut sangatlah tidak masuk di akal. "Ini di luar akal kita. Karena Kiamat itu Allah yang nentukan bukan manusia," katanya, Jumat (15/3/2019).

Menurut Ardiansyah, masyarakat yang terpercaya dengan isu seperti itu adalah masyarakat yang pemahaman agamanya sangat kurang. 


"Menurut saya karena saat ini pemahaman agama sangat rendah dan sangat mendominan. Baik pemahaman Akidah dan Tauhid. Sekarang ini, apalagi di daerah yang terpencil sangat cepat sekali dipercaya dengan hal yang seperti itu," ungkapnya. 

Selain faktor Akidah dan Tauhid, Ardiansyah juga menjelaskan bahwa faktor yang lainnya adalah terkait politik, sosial, dan ekonomi. Dimana, faktor itu bisa membuat manusia kehilangan arah. 

"Apalagi sekarang ini sudah mulai gonjang ganjing dalam hal ini politik, sosial, ekonomi membuat masyarakat seperti kehilangan arah sehingga ketika ada orang yang dianggap mereka percayai mudah dipengaruhi oleh orang yang dipercayai tersebut. Seperti contohnya di Ponorogo," jelasnya. 

Oleh karena itu, MUI mengimbau kepada masyarakat agar selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, selain itu juga harus bisa membentengi diri dengan akidah dan akhlak. 


"Saya mengimbau agar masyarakat itu bertanya kepada ahlinya, misalnya ada permasalahan yang muncul di masyarakat baik itu dari media sosial atau kabar dari mulut ke mulut atau ada ajaran tertentu yang salah bertanyalah kepada MUI ataupun kepada para ulama yang muktamar kebenarannya agar tidak salah langkah," imbau Ardiansyah. 

"Karena, bicara hari Kiamat itu yang pasti tahu Allah SWT, tidak ada yang bisa mengetahuinya, bahkan Nabi Muhammad SAW tidak tahu kapan hari kiamat. Apalagi manusia kan sudah tidak benar itu," terangnya. (mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru