Rabu, 10 Juni 2026 WIB

Warga Karya Bakti dan Jemaah Ihya Ulumiddin Menolak Aksi Demonstrasi Susulan Aliansi Umat Islam

Admin - Selasa, 28 Januari 2014 18:05 WIB
Matatelinga - Medan,  Sehubungan dengan  rencana aksi yang akan digelar Aliansi Umat Islam ke mesjid Pengajian Ihya Ulumiddin di Jalan Karya Bakti, Medan pada Kamis (30/1/2014) besok, warga sekitar mesjid menolak dengan keras. Mereka berharap agar Aliansi Umat Islam tidak lagi menggelar aksi apapun terkait hal ini di sekitar Mesjid Pengajian Ihya Ulumiddin.

Menurut pengakuan Darma Putra (41) warga Jl Karya Bakti No 16 Medan, mesjid dan ibadah pengajian ini sudah ada sejak puluhan tahun dan tidak pernah ada masalah sedikitpun. Jadi aksi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga.

 “Sebagai warga yang tinggal di sekitar ini, kami sangat terganggu karena adanya demo-demo itu. Apalagi melibatkan warga setempat yang jelas-jelas tidak ikut dalam berbagai aksi Aliansi Umat Islam itu. Aksi tersebut menggunakan warga dari luar wilayah Karya Bakti. Sebaiknya jangan lagi ada aksi-aksi apapun ke wilayah ini,” ujar Darma.

Untuk itu, ia berharap agar jangan lagi aksi-aksi serupa seperti yang terjadi pada Jum’at 10 dan 17 Januari lalu, kembali terulang. Lebih baik, tambahnya, masalah ini diselesaikan dengan dialog. Proses hukum biarlah berlangsung secara hukum.

Hal serupa juga diungkapkan Wahyudin (49) warga  yang tingal sekitar mesjid. Bagi Wahyudin aksi demonstrasi tersebut memang sangat mengganggu. Makanya ia berharap agar penyelesaian dapat  ditempuh dengan jalan damai.

“Ya berdialoglah. Bukannya Islam mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. Aksi unjuk rasa itu jalan terakhir kalau dialog mengalami kebuntuan,” tukas Wahyudin lagi sembari berharap agar masalah ini dapat diselesaikan.

Sementara itu, Tengku Zainuddin yang juga Koordinator Pembela Thariqat Sammaniyah Pengajian Ihya Ulumiddin menyebutkan pihaknya telah berupaya untuk melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Termasuk aparat kepolisian maupun pihak Pengacara Tim Pengacara Muslim (TPM) Medan. Namun komunikasi ini baru menyepakati rencana pertemuan yang sesegera mungkin akan digelar.

Tujuannya adalah bagaimana membangun ukhuwah yang dapat melahirkan solusi damai. “Tidak ada keinginan kami melakukan kekerasan, apalagi mendapat tindakan kekerasan. Selama ini, kita hanya menerima intimidasi dan kekerasan dari Aliansi. Logikanya sederhana, kami hanya mau mempertahankan mesjid kami tidak diganggu. Untuk itu mari kita mendinginkan kepala meletakkan masalah sesungguhnya dengan benar dengan berdialog,” tambah Tengku Zainuddin.

 

MUI Biang Kerok

Kekisruhan ini berawal dari keputusan Fatwa MUI yang menyesatkan Pengajian Ihya Ulumiddin Thareqat Samaniyah beberapa waktu lalu. Dalam keputusan fatwanya, MUI menetapkan pengajian ini sesat karena tidak sesuai dengan hukum dan ajaran Islam. Utamanya soal penciptaan Nabi Adam AS, nikah Mut’ah/siri  dan zakat mal kepada guru.

Berdasarkan fatwa itulah kemudian Aliansi Ormas Islam melakukan aksi yang berencana menutup pengajian Ihya Ulumiddin.  Aksi tersebut digelar pada 10 dan 17 Januari 2014 yang berujung ricuh.

Dua jamaah pengajian mengalami luka-luka. Begitu juga aparat kepolisian dan juga beberapa anggota Aliansi Ormas Islam. “Ini yang kita sesalkan. Keputusan MUI ini telah mencederai umat Islam. Karena prosesnya tidak dilakukan berdasarkan prosedural yang baik dan benar. MUI Sumut bahkan tidak pernah mengajak diskusi dan berkunjung ke lokasi pengajian kami saat memproses fatwa tersebut,” kata Tengku Zainuddin lagi.

Itu sebabnya, Tengku mengatakan agar pihak MUI Sumut bertanggung jawab atas berbagai hal yang telah terjadi sebagai dampak keluarnya fatwa. Tak hanya keresahan umat Islam, tapi luka-luka psikologi dan fisikis ini bisa berdampak buruk terhadap MUI sebagai lembaga para ulama yang harusnya mengayomi umat Islam.

“Inilah efek dari fatwa yang sesat lagi menyesatkan bagi umat Islam. Sebagai ulama yang bertugas mengayomi umat Islam, MUI mestinya sesegera mungkin bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini dengan berdialog. Ingat, ini tahun politik. Di mana kita berharap masalah-masalah di masyarakat tidak membesar dan berdampak pada proses Pemilu 2014 mendatang,” kata Tengku Zainuddin lagi.

Untuk itu, Tengku Zainuddin meminta berbagai pihak termasuk Aliansi Ormas Islam agar menahan diri. “Kita tidak pernah bermusuhan dan mencari perkara dengan pihak Aliansi. Mestinya Aliansi duduk bersama kita membahas hal ini, bukan memusuhi kami dan ikut menyesatkan,” tandasnya.


(Rel/Adm)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru