MATATELINGAPalas : Kepergian sosok ulama yang karismatik membuat kehilangan warga masyarakat Padang Lawas. Mengingat kekarismatikan beliau hampir tidak ada yang terlintas dalam hidupnya terdengar menyakiti orang lain, melainkan sebagai sosok yang berpengaruh, penerang dan cahaya buat masyarakat Padang Lawas.
Syekh H Zubeir Hasibuan Bin H. Malim Soleh Hasibuan menghembuskan napas terakhirnya tepat pada pukul 07:00 WIB, Jumat, (02/10-2026), tutup usia 81 tahun.Pantauan MATATELINGA, kepergian beliau dari pagi hari hingga pada pemakaman ribuan orang silih berganti yang berdatangan untuk melayat dan menyolatkan.
Baca Juga:
Sambutan H. Ahmad Fauzan Nst Wakil Bupati Padang Lawas yang juga sebagai menantu almarhum mewakili Pemerintah Kabupaten Padang Lawas saat pemberangkatan jenazah mengatakan, kepergian almarhum sebagai panutan sangat kehilangan, beliau sebagai tempat berteduh dan pemberi nasehat dan pendidik untuk seluruh generasinya pada umumnya semua kalangan di Padang Lawas.
Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas juga sangat kehilangan sosok ulama yang karismatik dan selalu memberi pencerahan untuk ummat dan pemerintah, sebutnya.Ketua Majelis
Ulama Indonesia (MUI), DR. H. Ismail Nasution menyampaikan dalam kata-kata takziah mengatakan, ucapan belasungkawa penuh doa, dan menenangkan hati bagi keluarga yang sedang berduka sembari meneteskan air mata penuh rasa haru dengan kepergian almarhum.
Menurutnya, kepergian almarhum merupakan musibah besar bagi umat Islam terkhusus masyarakat Padang Lawas. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW mengenai kepergian atau wafatnya ulama menekankan bahwa kematian seseorang ahli ilmu merupakan musibah besar bagi umat Islam dan menjadi tanda diangkatnya ilmu agama dari muka bumi.
Rasulullah SAW memperingatkan umatnya tentang dampak buruk dari hilangnya para penuntun agama ini melalui beberapa hadits sahih, tegasnya."Kalau buat almarhum, kepergiannya Husnul Khotimah. Kepergian ummat muslim yang selalu dirindukan semua ummat muslim. Meninggal dunia pada hari atau malam Jumat di dalam Islam dianggap sebagai salah satu tanda kebaikan (Husnul khatimah)".Sebagaimana Sabda Rasulullah, "Tidak seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah (siksaan/pertanyaan) kubur." (HR.Tirmidzi No 1074)
Pada kesempatan yang sama, H.Fauzan Hamidy Hasibuan Ketua Badan Silaturahmi Pondok Pesantren Padang Lawas (BSPPL) menuturkan sekilas sejarah biografi almarhum Syekh H. Zubeir Hasibuan, Bin H. Malim Soleh Hasibuan, Lahir di Sialambue, 1947, memiliki seorang istri dan 6 orang anak. 4 orang anak laki-laki, 2 orang anak perempuan dan cucu 13 orang.
Pendidikan SDN 2 Sibuhuan, berlanjut ke Pondok Lubuk Soripada Hutaibus, dan terus menimba ilmu keagamaan di Pesantren Darussalam Aceh Selatan tahun 1966.Kegiatan dan aktivitas almarhum, Mendirikan Majelis Ta'lim Tanwirul Anwar. Tenaga pendidik di berbagai pesantren diantaranya : Pesantren Darussalam Aceh Selatan, Pesantren Syekh M Dahlan Aek Hayuara Sibuhuan, Pesantren Al-Mukhlisin Sibuhuan, Pesantren Al-Mukhtariyah, Pesantren Ali Baharuddin.
Baca Juga:
Dalam organisasi beliau sangat aktif Sebagai Mustasyar Pimpinan Cabang Nahdlatul
Ulama Padang Lawas, Dewan Pertimbangan Majelis
Ulama Indonesia Padang Lawas.Demikian Fauzan menuturkan secara singkat dihadapan kaum pelayat.