Sabtu, 03 Oktober 2026 WIB
Dugaan Malpraktik di RSH

Dibius Berkali-kali, Jadwal Operasi Batal, Togap Sitorus Meninggal, Ini Kata Pihak RS Hermina

Redaksi - Sabtu, 03 Oktober 2026 17:52 WIB
Dibius Berkali-kali, Jadwal Operasi Batal, Togap Sitorus Meninggal, Ini Kata Pihak RS Hermina
Keluarga yang diduga korban malpraktik membuat pengaduan polisi.

MATATELINGA,Medan : Dugaan malpraktik menimpa Togap Sitorus. Pasien RSH ini meninggal diduga akibat kelalaian. Kemudian, anak dan istrinya melaporkan kasus dugaan malpraktik itu ke Polrestabes Medan.


Laporan tersebut tertuang dengan nomor LP/4235/X/2026/Spkt/Polrestabes Medan, Jumat (2/10/2026) dengan pelapor istri Togap, Herta Ulina Br Manurung.

Baca Juga:


Anak almarhum Togap, Septian Crisdinata Sitorus, mengatakan ayahnya sebelumnya mengalami kecelakaan, Kamis (6/8/2026) pagi.
Setelah kecelakaan, Togap kemudian dibawa dan menjalani perawatan di RSH yang berada di Jalan Asrama, Sei Sikambing C II, Medan Helvetia.

Menurut Septian, ayahnya sempat dijadwalkan menjalani operasi pada Jumat (7/8/2026). Namun, operasi tersebut tidak jadi dilakukan. Togap kemudian meninggal dunia, Sabtu (15/8/2026) siang.
"Pertama mau operasi, tapi nggak jadi. Terus ayah saya dikasi obat bius," ucapnya.

Baca Juga:


Tak hanya sekali, Septian mengaku jika ayahnya beberapa kali diberi obat bius. Meski telah menanyakan beberapa kali perihal obat bius tersebut, pihak keluarga hanya diminta untuk searching di google oleh salah satu dokter.
"Kami tanyakan, malah jawabannya searching aja di Google. Bukannya kami diedukasi, tapi malah disuruh cari sendiri," tuturnya.


Lanjut Septian, sebelum orang tuanya meninggal, pihak keluarga juga beberapa kali meminta agar pasien dikeluarkan dari rumah sakit. Pihak keluarga bersedia mencari rumah sakit lain dengan segala konsekuensinya.
Hal itu dilakukan keluarga melihat gelagat rumah sakit yang dianggap keluarga tidak mampu menyembuhkan penyakit Togap. Namun pihak rumah sakit enggan memberi izin hingga pasien dinyatakan meninggal dunia.


"Kami sekitar empat sampai lima kali meminta dipindahkan. Semua konsekuensinya kami tanggung. Bahkan saya minta ke pihak rumah sakit surat hitam diatas putih untuk itu. Tapi mereka tidak memberi izin dengan alasan mereka masih sanggup. Intinya mereka tidak memberikan hak kami untuk memindahkan pasien," lanjutnya.

Baca Juga:

Teranyar, Togap dinyatakan meninggal dunia, Sabtu (15/8/2026). Bahkan, dua jam sebelum kepergian Togap, keluarga kembali meminta agar pasien dipindahkan dari rumah sakit tersebut.

Baca Juga:


"Setelah meninggal kami tanya penyebabnya. Mereka mengatakan kondisi kesehatan ayah saya menurun, bahkan drop. Detak jantung, kadar gula, tensi itu menurun," tambah Septian.
Atas kejadian tersebut, keluarga kemudian membuat laporan ke Polrestabes Medan. Septian berharap laporan tersebut dapat diproses dan dugaan kelalaian dalam penanganan ayahnya dapat diungkap.


"Kami berharap laporan ini dapat ditindak lanjuti oleh kepolisian," pungkasnya.

Merespons laporan tersebut, Kepala Urusan Marketing RSU Hermina Medan, Wahida Alamsyah, mengatakan pihaknya akan kooperatif dengan adanya informasi laporan yang ditujukan ke pihaknya.

Baca Juga:


"Menindaklanjuti informasi yang disampaikan tadi, pastinya kami kooperatif kok untuk bisa duduk bersama membahas permasalahan tersebut," ujarnya Sabtu (3/10/2026).


Wahida mengatakan akan membuka diri untuk mengetahui duduk perkara masalah tersebut dengan berbagai pihak khususnya kepada para keluarga pasien.

Baca Juga:


"Justru lebih baik agar kami dari rumah sakit maupun pihak keluarga mengetahui duduk perkara masalah tersebut, jadi kami membuka diri juga," ucapnya.


Baca Juga:

Halaman:
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Dua Anak di Bawah Umur Diamankan di Sawang, Dugaan Kekerasan Seksual Didalami
Terbukti Korupsi Pengadaan Smartboard, Budi Pranoto Dihukum 7 Tahun 6 Bulan
PAN Medan Tegaskan Muhammad Azrai Bukan Lagi Kader : Dugaan Penipuan Bukan Urusan Partai
Puskesmas Mandrehe Naik Kelas, Layanan Rawat Inap dan Dokter Spesialis Diperkuat
Berantas Perundungan, Kemenkes RI Bersama RS Adam Malik dan FK USU Gelar Kolaborasi
JAGO Soroti Penetapan Tersangka Febrie : Marwah Kejaksaan Dipertaruhkan
 
Komentar
 
Berita Terbaru