Merespon hal ini, Ketua SIPLAH (Solidaritas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup) menilai Kinerja Satgas "mandul" serta diduga sarat kongkalikong transaksional dengan mafia tambang.
"Kinerja Satgas yang hanya mampu menyita tiga unit dompeng rusak serta "garang" kepada tenda dan alat operasional yang ditinggalkan penambang merupakan dagelan konyol birokrasi yang memalukan dan menggelikan. Lebih baik bubarkan saja Satgas ini karna sama sekali tidak berguna " ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Satgas PETI, Pemkab Madina dan Camat. Pihak Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak terkait yang disebutkan dalam pemberitaan untuk perimbangan informasi yang objektif(Magrifatulloh).
Baca Juga: