Kasat Res
narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, lokasi itu sengaja disamarkan menyerupai rumah warga agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Tempat ini dilengkapi sejumlah CCTV yang dipasang mulai dari pintu masuk, akses jalan, hingga di pohon. Saat petugas datang, para pelaku langsung mengetahui dan berusaha melarikan diri ke area perkebunan yang aksesnya cukup sulit," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Meski sejumlah pelaku berhasil kabur melalui jalur perkebunan, polisi tetap mengamankan dua orang beserta barang bukti narkotika.
Usai peng
gerebekan, petugas merobohkan dan mem
bakar seluruh barak serta pondok yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan
narkoba. Langkah itu dilakukan agar lokasi tersebut tidak lagi dimanfaatkan sebagai sarang
narkoba.
Rafli menegaskan kawasan tersebut akan terus dipantau. Polisi memastikan akan kembali melakukan penindakan apabila aktivitas peredaran
narkoba kembali ditemukan.
"Kami menghancurkan dan mem
bakar seluruh barak agar tidak digunakan lagi. Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang telah membantu memberikan informasi sehingga pemberantasan
narkoba di lokasi ini bisa dilakukan," tutupnya.