Perumda Tirtanadi Gelar Berbagai Perlombaan Memperingati HUT ke -121
MATATELINGA, Medan Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 121, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumatera Utara meng
Lifestyle
MATATELINGA, Medan: Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni seharusnya menjadi momentum refleksi bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Namun, hal itu justru dinilai bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di Kota Medan saat ini.
Pengamat sosial dan kebijakan publik, Ahmad Afandi Harahap, mengkritik pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang tengah dikerjakan pemerintah pusat di sejumlah ruas jalan utama Kota Medan. Menurutnya, proyek yang digadang-gadang sebagai solusi transportasi massal modern tersebut justru menyisakan persoalan serius terhadap lingkungan hidup.
"Di saat dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan berbicara tentang upaya mengurangi dampak perubahan iklim, Kota Medan justru kehilangan ribuan pohon akibat pembangunan BRT. Ini menjadi ironi yang harus dikritisi bersama," ujar Afandi, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, pohon-pohon yang selama puluhan tahun tumbuh di median jalan bukan sekadar penghias kota, melainkan bagian penting dari ekosistem perkotaan yang berfungsi menyerap karbon, menghasilkan oksigen, menurunkan suhu udara, serta menjadi penyangga kualitas lingkungan bagi masyarakat.
Afandi menilai pemerintah seharusnya tidak hanya melihat proyek BRT dari sisi pembangunan infrastruktur dan transportasi semata, tetapi juga mempertimbangkan dampak ekologis yang ditimbulkan.
"Pohon-pohon yang ditebang itu memiliki fungsi ekologis yang sangat besar. Ketika ribuan pohon hilang, maka yang hilang bukan hanya batang dan daunnya, tetapi juga kemampuan kota dalam memproduksi oksigen, menyerap polusi, dan menjaga keseimbangan lingkungan," katanya.
Lebih jauh, ia mempertanyakan konsep pembangunan berkelanjutan yang selama ini sering didengungkan pemerintah. Menurutnya, pembangunan yang baik tidak boleh mengorbankan lingkungan dalam skala besar tanpa adanya mitigasi yang jelas dan terukur.Selain persoalan lingkungan, Afandi juga menyoroti minimnya transparansi terkait proyek BRT tersebut. Hingga saat ini, menurutnya, masyarakat belum memperoleh informasi yang memadai mengenai besaran anggaran, rincian pekerjaan, hingga dampak lingkungan yang ditimbulkan."Masyarakat berhak mengetahui berapa sebenarnya nilai proyek ini, bagaimana perencanaan anggarannya, siapa pelaksana pekerjaannya, dan seperti apa kajian dampak lingkungannya. Jangan sampai pembangunan yang menggunakan uang rakyat justru minim keterbukaan kepada publik," tegasnya.Ia menambahkan, transparansi menjadi hal penting untuk memastikan proyek strategis nasional berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.Afandi juga mempertanyakan keberadaan hasil penebangan pohon yang dilakukan selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka jumlah pohon yang ditebang, mekanisme pengelolaan kayu hasil penebangan, serta rencana penghijauan kembali sebagai bentuk kompensasi lingkungan."Pemerintah harus menjelaskan secara terbuka ke mana hasil penebangan pohon tersebut dikelola. Berapa jumlahnya, siapa yang mengelola, dan bagaimana bentuk pertanggungjawabannya kepada masyarakat. Jangan sampai muncul kesan bahwa lingkungan dikorbankan tanpa ada manfaat yang jelas bagi publik," ujarnya.Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Afandi berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek pembangunan yang berdampak pada ruang hijau perkotaan."Pembangunan memang penting, tetapi keberlanjutan lingkungan jauh lebih penting. Kota Medan membutuhkan transportasi modern, tetapi juga membutuhkan udara bersih, ruang hijau, dan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang," pungkasnya.
Baca Juga:
MATATELINGA, Medan Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 121, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumatera Utara meng
Lifestyle
MATATELINGA,Medan Lapas Kelas I Medan terus memperkuat pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), termasuk melalui program pengentas
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Penjelasan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor
Berita Sumut
MATATELINGA, T.Tinggi Dua orang lelaki warga Kabupaten Sedang Bedagai (Sergai) masingmasing berinisial FR (33) dan temannya Z (54) harus m
Berita Sumut
MATATELINGA,Asahan Kementrian Agama Kabupaten Asahan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hyang dilaksanakan di halaman Kompl
Lifestyle
MATATELINGA,.Medan Anggota DPRD Medan asal Fraksi Partai Gerindra, Dame Duma Sari Hutagalung menyebut mendukung perubahan Perda No 5 Tahun
Berita Sumut
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi (Deputi II), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, member
Berita Sumut
MATATELINGA, Medam Pimpinan DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Hadi Suhendra SH, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk melakukan a
Berita Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti di ruang kerja kantor Gub
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Indonesia memperkuat koridor rantai pasok dari Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivita
Ekonomi
MATATELINGA, Medan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika. Tiga pria diamankan dalam dua ope
Berita Sumut
Mencermati perubahan cuaca ekstrim dan berbagai gejala bencana alam yang disampaikan Badan Metrologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan
Berita Sumut