Wesly melanjutkan, di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mengenalkan akar
budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri. Merawat toleransi dengan cara saling menghargai ekspresi
budaya antar-
etnis, serta menjadikan seni
budaya sebagai daya tarik wisata yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif lokal.
"Saya berpesan kepada adik-adik para pelaku seni, teruslah berkarya! Tunjukkan anak muda Siantar bangga dengan
budayanya," kata Wesly, yang berharap kegiatan tersebut dapat memererat tai silaturahmi di antara kita, demi mewujudkan Pematang
siantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Mewakili penatua adat Simalungun (Sipukka Huta) yang juga Sekretaris Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar–Simalungun Muhammad Fikri Fanani Damanik SIP MSi, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Ini sebagai salah satu bentu upaya kita dalam memelihara dan melestarikan
budaya. Bukan hanya
budaya Simalungun, tetapi seluruh
etnis yang ada di Kota Pematang
siantar," katanya.Fikri juga mengucapkan terima kasih karena pagelaran dilaksanakan di lokasi kebanggaan, khususnya bagi marga Damanik.
"Semoga kita dapat meneruskan semangat perjuangan Oppung Raja Sang Naualauh Damanik, yang peduli
budaya dan pendidikan. Terima kasih kepada Wali Kota Bapak Wesly Silalahi dan Dinas Pendidikan," sebut Fikri.
Fikri mengingatkan, Sabtu (18/04/2026) di lokasi yang sama juga akan digelar kegiatan Marsombu Sihol dalam rangka Hari Jadi ke-155 Tahun Kota Pematang
siantar, berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Pematang
siantar. Acara tersebut, untuk mengulang dan mengenang kembali perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik.
"Semoga kegiatan tersebut menjadi poin penting agar selanjutnya bisa ada kolaborasi yang lebih besar. Semoga juga memberikan kontribusi dalam peningkatan nilai
budaya di Pematang
siantar. Kami siap mendukung visi misi wali kota menjaga keselarasan di Kota Pematang
siantar," harap Fikri.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Non Formal dan Ke
budayaan Dinas Pendidikan Kota Pematang
siantar Fakhrudin Sagala MPd dalam laporannya menyampaikan, Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis sebagai upaya nyata untuk melestarikan nilai-nilai luhur
budaya bangsa, khususnya yang tumbuh dan berkembang di Kota Pematang
siantar.
Sedangkan tujuan kegiatan tersebut, menjaga seni
budaya dan kearifan lokal agar tidak punah tergerus perkembangan zaman; menanamkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); memererat persaudaraan antar
etnis melalui seni guna mendukung Pematang
siantar Kota Toleran dan sebagai upaya mewujudkan visi misi wali kota: Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Masih kata Fakhrudin, kegiatan tersebut menampilkan 10 tarian berbagai
etnis di Kota Pematang
siantar, dengan peserta perwakilan SMP negeri dan swasta di Pematang
siantar.
Terkait lokasi kegiatan di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, kata Fakhrudin, karena beberapa hari ke depan merupakan peringatan Hari Jadi ke-155 Tahun Kota Pematang
siantar.
"Yang tidak terlepas dari sejarah dan perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik," tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fakhrudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wesly dan Ny Liswati.
Kehadiran Wesly dan Ny Liswati disambut tarian Tortor Sombah oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Pematang
siantar. Setelah pembukaan, Wesly didampingi Ny Liswati menyerahkan cenderamata kepada penatua adat 10
etnis.
Hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematang
siantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Risbon Sinaga MM, mewakili Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Pematang
siantar Dr dra Corry Purba MSi, dan lainnya. (sip)