Wesly diwakili Zainal bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Badan Pengurus Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Pusat Muarawati Nur Malinda, serta Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf disambut Tarian Simalungun serta disematkan Hiou.
Wali Kota Wesly dalam pesan tertulis yang dibacakan Zainal, bahwa Pemko Pematangsiantar mengapresiasi dan penghargaan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pematangsiantar beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras, berkolaborasi, dan bergotong royong sehingga proses renovasi Masjid Taqwa Muhammadiyah dapat terlaksana dengan baik dan dapat dilakukan serah terima secara resmi.
"Masjid bukan sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan akhlak, serta pemberdayaan sosial dan pendidikan. Dengan selesainya renovasi Masjid Taqwa Muhammadiyah ini, saya berharap masjid semakin nyaman, representatif, dan mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar," katanya.
Ia menambahkan, bahwa Pemko Pematangsiantar senantiasa akan mendukung peran aktif organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, termasuk Muhammadiyah, dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan berkeadaban. Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menceritakan, kader Muhammadiyah merupakan salah satu pembaharuan umat dalam ikut mencerdaskan anak bangsa serta sinergi keumatan.
"Saya sampaikan bahwa itu bukti kemandirian Muhammadiyah dalam bersyarikat. Hari ini kita saksikan penyerahan renovasi masjid yang bekerja sama dengan BPKH. Inilah fungsi rumah ibadah, juga sebagai pilar proses pendidikan anak generasi bangsa. Termasuk di dalamnya juga tempat-tempat ibadah, fungsi rumah ibadah ini harus menjadi fungsi sosial dan interaksi kepada masyarakat dan umat," sebutnya.
Baca Juga:
Ia berharap Masjid Taqwa Muhammadiyah selain menjadi tempat beribadah, juga tempat menyampaikan ajaran-ajaran Allah SWT.
"Inilah keindahan Indonesia, bahwa setiap umat baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sangat suka membaca, memahami pedoman kitabnya masing-masing. Dan itu karakter kita sebagai bangsa Indonesia, bahwa keberagaman ini dirawat dan menjadi pemersatu bangsa. Semoga kehadiran masjid ini menambah kegiatan dakwah keagamaan, dakwah pendidikan, dakwah sosial, dan dakwah umat, serta terbuka untuk siapapun," tukasnya.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf menyampaikan bahwa Dana Abadi ini tidak boleh berkurang ataupun bentuknya tidak boleh berkurang.
"Itulah yang kita manfaatkan untuk pembangunan rumah-rumah ibadah, program-program keumatan, hingga membantu program-program kemaslahatan umat," jelasnya.
Baca Juga:
Ketua PD Muhammadiyah Kota Pematang
siantar Ir Sailan Nasution mengucapkan
terima kasih atas kehadiran Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Wali Kota Pematang
siantar dan BPKH.
"Merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami, terkhusus warga Muhammadiyah Kota Pematangsiantar. Jujur saja, Pak Wamen datang ke tempat kita ini luar biasa. Telah kami wujudkan dalam bentuk pemberian Ulos. Itulah penghargaan tertinggi secara adat kepada Bapak Wamen," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi usaha-usaha yang telah dilakukan LazisMu Pusat. Dijelaskannya, pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah dimulai tahun 2005, bergerak sampai tahun 2015.
Dilanjutkan, secara simbolis Serah Terima Program Kemaslahatan BPKH Tahun 2025 Renovasi Masjid Taqwa Pematangsiantar.
Baca Juga:
Di acara itu Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau pengajaran dan berinteraksi dengan para guru dan siswa-siswi SD Swasta Muhammadiyah 01 Pematang
siantar (Muhsapas). (sip)