Ia juga mengingatkan bahwa menjadi Ketua PWI berarti menjadi seorang pelayan bagi anggotanya. "Saya selalu katakan, Ketua PWI adalah Parhobas (pelayan), orang yang melayani, bukan minta dilayani bak raja. Jika amanah dijaga, akan jadi berkah; jika tidak, akan jadi musibah," tambahnya.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai, M. Fadly Abdina, SP., M.Si, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi PWI atas konsistensinya dalam melakukan regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang menjalankan estafet kepemimpinan secara rutin.
Baca Juga:
"Kami merasa sangat terbantu oleh peran jurnalis yang selama ini memberitakan program pemerintah dan kebaikan daerah. Kami berharap PWI terus bersinergi, terutama dalam mendukung rencana Pemko merawat cagar budaya dan melestarikan kearifan lokal dalam waktu dekat," ujar Fadly.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PWI Sumut seperti Sekretaris SR. Hamonangan Panggabean dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Rifki Warisan. Turut hadir perwakilan Forkopimda, organisasi profesi seperti IJTI dan IWO, serta pengurus PWI dari berbagai kabupaten/kota tetangga seperti Labuhan Batu, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Asahan.(Riki)