MATATELINGA, Asahan :Tidak mengenal hujan turun mengguyur bumi ratusan warga masyarakat jalan Pramuka gang Setia Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kisaran Barat Asahan turun kejalan untuk melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor bupati Asahan , Selasa 16 Desember 2025.
Ratusan warga masyarakat jalan Pramuka gang Setia Kisaran yang didampingi penasehat hukumnya Dian Marwa serta Lisa Lestari dan salah satu warga terdampak penutupan akses jalan warga setempat.
Baca Juga:
Rijal dalam keterangannya mengatakan kehadiran para pengunjuk rasa ke kantor Pemkab
Asahan untuk kesekian kali ini dan ini yang terbesar merupakan tumpahan rasa kecewa
warga masyarakat kecil yang berada di gang Setia ini, dikarenakan pihak Pemerintah Kabupaten
Asahan melalui Sat.Pol Pamong Praja tidak kunjung mekakukan pembongkaran
tembok pagar yang menutup akses jalan
warga masyarakat setempat, dan gang Setia tersebut dari zaman dahulu sudah ada dan akses jalan gang Setia tersebut juga pernah dibangun dengan menggunakan dana Pemerintah Kabupaten
Asahan, namun kini akses jalan
warga masyarakat tersebut ditutup oleh pengusaha ataupun pengelola Yayasan pendidikan Sekolah Maitreyawira, dan bahkan Sat.Pol Pamong Praja sudah memberikan surat peringatan pembongkaran kepada pihak yayasan tersebut sebanyak tiga kali, ujarnya.
Lebih lanjut kuasa hukum
warga masyarakat gang Setia juga mengatakan rasa kecewa
warga masyarakat kami ini tertumpahkan dan menuntut pihak Pemerintah Kabupaten
Asahan untuk segera membuka kembali
tembok pagar yang dibangun oleh pihak yayasan untuk kepentingan perluasan yayasan pendidikan dimaksud.
Kami juga heran kenapa Pemerintah kabupaten
Asahan terkesan merasa keberatan dengan membongkar
tembok pagar dimaksud , padahal sesungguhnya tanah tersebut sudah ada legalitasnya untuk kepentingan umum dan pihak DPRD
Asahan melalui komisi C juga telah memberikan rekomendasi untuk dilakukan pembongkaran dengan alasan tanah yang dibangun tersebut merupakan aset pemerintah untuk kepentingan jalan sebagaimana dimaksud.
Kami beserta
warga masyarakat gang Setia menjadi bertanya "Ada permainan apa Pemerintah
Asahan dengan pihak Yayasan " ,
warga masyarakat hanya meminta
tembok pagar yang menutup akses gang Setia dibongkar dan kembali memfungsikan akses jalan tersebut, bukan kami meminta bongkar sekolah itu seperti yang dienduskan orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Sementara Rijal warga gang Setia saat dikonfirmasi mengatakan kami rakyat kecil ini hanya meminta pihak Pemkab Asahan untuk menepati janjinya membongkar tembok pagar yang menutup akses jalan gang Setia.
Baca Juga:
Dalam aksi UNRAS ini bupati dan wakil bupati menurut kabar sedang ke Jakarta kemarin sore, dan hari ini kami hanya di temui oleh Sekdakab
Asahan.
Warga masyarakat tidak akan lelah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak , kami akan terus bergerak sampai
tembok pagar itu kembali menjadi jalan umum seperti sedia kala, pungkasnya