Sabtu, 10 Oktober 2026 WIB

Anggota DPRD Sumut dan Ketum HBB Desak Peresiden Tetapkan Bencana Sumatera Sebagai Bencana Nasional

Syamsir - Minggu, 14 Desember 2025 07:00 WIB
Anggota DPRD Sumut dan Ketum HBB Desak Peresiden Tetapkan Bencana Sumatera Sebagai Bencana Nasional
Matatelinga
Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dari Partai Nasdem, Pdt Berkat Kurniawan Laoly saat menerima massa pengunjuk rasa

MATATELINGA, Medan :Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dari Partai Nasdem, Pdt Berkat Kurniawan Laoly meminta Presiden Indonesia Prabowo Subianto menetapkan bencana di Sumut sebagai bencana Nasional.

Hal ini di sampaikannya saat menerima unjuk rasa dari Horas Bangso Batak pada Jumat 12 Des 2025 sekitar pukul 15 WIB. Jika tidak ditetapkan sebagai Bencana Nasional maka Nias Harus Merdeka dari Indonesia .

Baca Juga:

Terpantau ratusan massa aksi dibawah kordinator Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul SH, MH, didampingi Ketua Umum Satu Betor, Johan Merdeka, Ketua LSM Penjara Indonesia, Ahmad Rizal, Ustadz Martono dari FKIB dan Wage Nainggolan Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan.

Dalam Orasinya Lamsiang Sitompul meminta agar DPRD Sumut bersama sama dengan masyarakat mendesak Presiden Prabowo menetapkan bencana di Sumatera sebagai Bencana Nasional, Membentuk Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) seperti BRR Nias dan Aceh Saat Tsunami dengan memberikan Anggaran 100 trilyun dengan perkiraan bahwa sesuai dengan Release dari BNPB kerugian Bencana Sumatera 51 Trilyun dan kalau di bagi 3 maka Sumut 17 trilyun lalu kalau hanya mengandalkan APBD Sumut dan Kab Kota terdampak bagaimana mungkin.

"Sumut saja Dana Penanggulangan Bencana hanya sekitar 100 Milyar, Kab. Taput Tapsel Tapteng dan Sibolga paling juga sekitar 10 Milyar masing masing sehingga kalau dikumpulkan paling sekitar 150 milyar tambah lain lain andaikan jadi 500 Milyar apa sebanding dengan kebutuhan puluhan trilyun," teriak Lamsiang saat orasi.

Selanjutnya Lamsiang juga meminta agar perusahaan perusak lingkungan ditangkap dan diadili serta dihukum untuk mengganti kerugian atas kerusakan lingkungan.

"Kami meminta tutup perusahan yang sudah merusak lingkungan sehingga menyebabkan bencana," pinta Lamsiang.

Tidak hanya itu, Lamsiang juga meminta agar Presiden mencopot para pejabat dan Menteri yang tak becus yang menyebutkan bahwa Bencana hanya mencekam di Medsos padahal fakta dilapangan tidak seperti itu.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Usai Tikam Penjaga Parkir, Dua Pemuda Tewas Dihajar Massa
Temui Massa Aksi di Depan Kantor Gubernur, Bobby Nasution Dukung Tuntutan Buruh
Kenapa Ephorus Disoraki Ribuan Pekerja TPL..?
Waketum Pemuda Pancasila Bamsoet Tegaskan Pemuda Pancasila Siap Bergerak Nyata Dukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Ketum JMSI Nikmati Surga Tropis Raja Ampat, Titip Pesan Jaga Kelestarian Alam
Hadiri Akad Massal KUR dan KPP, Wesly; Manfaatkan Program Pemerintah Dengan Baik
 
Komentar
 
Berita Terbaru