MATATELINGA, Medan : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui massa aksi unjuk rasa yang dilakukan para buruh di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (3/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bobby menyatakan dukungan terhadap sejumlah tuntutan yang disampaikan para buruh.
Adapun tuntutan utama para buruh meliputi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), penyediaan rumah untuk buruh, serta penurunan harga bahan pokok. Sebelum berdialog langsung dengan massa, Gubernur terlebih dahulu menerima perwakilan serikat buruh di dalam Kantor Gubernur untuk mendiskusikan secara detail aspirasi yang dibawa.
"Pada prinsipnya, kami Pemprov Sumut ikut mendukung apa yang disuarakan teman-teman serikat buruh," ujar Bobby.
Terkait kenaikan UMP, Bobby menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan hal tersebut. Namun, menurutnya, ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi agar penetapan UMP dapat dilakukan sesuai aspirasi para buruh, salah satunya adalah pemberantasan pungutan liar (pungli).
Baca Juga:
"Untuk menyampaikan angka (UMP) tersebut, PR yang harus kita selesaikan adalah persoalan yang juga dirasakan pelaku usaha, yaitu masih tingginya pungli atau kutipan-kutipan yang membebani pelaku usaha," katanya.
Menurut Bobby, pungli menjadi salah satu faktor yang memperberat beban pelaku usaha, sehingga berdampak pada tekanan terhadap upah buruh. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk serikat buruh, berkolaborasi dengan Pemprov Sumut untuk menghapus praktik pungli di berbagai sektor.
"Mari kita jadikan ini persoalan bersama. Kita bentuk satgas untuk mengurangi biaya yang tidak perlu. Daripada pungli masuk ke kantong yang tidak jelas, lebih baik dana itu digunakan agar upah buruh tidak ditekan," tegasnya di hadapan massa aksi.