Meski Standard Operating Procedure (SOP) BPBD dinilai sudah lengkap,
Rico Waas menekankan bahwa setiap kejadian banjir memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, imbuhnya, setiap insiden harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons BPBD.
Sebagai bagian dari penguatan sistem mitigasi, suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas ini, juga mendorong pembentukan relawan-relawan tanggap bencana yang lebih banyak dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk relawan internal dari instansi-instansi pemerintahan.
Baca Juga:
"Relawan sangat penting untuk membantu masyarakat sekitarnya. Instansi-instansi juga harus didorong menyiapkan relawan internal," sebutnya.
Saat meninjau area kantor, Rico Waas menerima laporan dari Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari bahwa kantor BPBD, turut terendam dalam banjir besar beberapa waktu lalu. Ia melihat langsung gudang logistik yang berisi peralatan penanganan bencana dan bahan bantuan, sebagian di antaranya ikut terendam air.
Rico Waas juga meninjau ruang Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) dan selanjutnya berdialog dengan jajaran BPBD dan mengulas kinerja penanganan banjir sejak 27 November.
"Kami mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan BPBD dalam penanganan banjir selama satu minggu terakhir, dan apa yang harus diperbaiki ke depannya," paparnya.
Baca Juga: