MATATELINGA, Simalungun :;Satuan Narkoba Polres Simalungun membuktikan ketegasannya dalam memberantas peredaran narkotika dengan menindak tegas jaringan pengedaran sabu yang bersumber dari Pematang Siantar. Melalui operasi cepat dan terukur, tim berhasil mengamankan dua pelaku sekaligus beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2,48 gram bruto di dua lokasi berbeda pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Kepala Satuan Narkoba Polres Simalungun AKP Henry Salamat Sirait, S.IP., S.H., M.H., saat dikonfirmasi pada Kamis, 9 Oktober 2025 sekitar pukul 16.50 WIB memberikan pernyataan tegas terkait penangkapan ini. "Tidak ada ampun bagi siapapun yang mengedarkan narkoba di wilayah Simalungun, termasuk jaringan dari Pematang Siantar. Ini adalah komitmen nyata Polri untuk masyarakat," ujar AKP Henry dengan nada tegas dan penuh determinasi.
Aksi penindakan bermula pada Rabu, 8 Oktober 2025 sekitar pukul 12.00 WIB ketika personil Sat Narkoba Polres Simalungun melalui Polsek Bangun menerima informasi krusial dari masyarakat. Laporan tersebut menyebutkan bahwa di Kampung Samosir, Nagori Karang Bangun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, tepatnya di depan rumah milik Jumali alias Jabal kerap terjadi transaksi jual beli narkoba jenis sabu.
Baca Juga:
"Masyarakat melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Kami langsung merespons dengan cepat karena tidak ada ampun untuk pengedar narkoba," ungkap Kasat Narkoba menegaskan kecepatan respons timnya.
Tanpa menunda waktu, personil Sat Narkoba langsung bergerak melakukan penyelidikan ke lokasi yang dilaporkan. Sesampainya di TKP sekitar pukul 13.00 WIB, petugas segera mengidentifikasi seorang laki-laki yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi dari masyarakat sedang berada di lokasi. Namun begitu menyadari kehadiran aparat, pelaku langsung berusaha melarikan diri dari kejaran petugas.
"Pelaku berusaha kabur saat melihat tim kami, tetapi anggota langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankannya. Kami tidak memberi kesempatan bagi pengedar narkoba untuk lolos," ucap AKP Henry menggambarkan aksi penangkapan yang dramatis.