Kamis, 24 September 2026 WIB

Korban Kriminalisasi, Kacak Alonso Jalan Kaki ke Mabes Polri

Putra - Minggu, 03 Agustus 2025 08:00 WIB
Korban Kriminalisasi, Kacak Alonso Jalan Kaki ke Mabes Polri
Kacak Alonso minta keadilan.

"Saya ditanya, mau jadi saksi atau tersangka. Lalu disuruh buat video klarifikasi. Saya turuti. Tapi setelah itu saya tetap dilaporkan," kata Kacak.

Narasi perlawanan Kacak tak lepas dari alegori yang ia ambil dari epos Mahabharata.

"Kami rakyat kecil adalah Pandawa. Tapi hari ini, Kurawa sedang berkuasa," ucapnya pelan.

Baca Juga:

Ia mengutip halaman 92 dari buku Paradoks Indonesia karya Presiden Prabowo Subianto. 'Dalam setiap perjuangan, pasti ada Pandawa dan Kurawa.'

Sebagaimana diketahui, Kompol DK, melalui kuasa hukumnya Hans Silalahi, telah melaporkan Kacak ke Polda Sumut pada 31 Juli 2025.

Laporan itu terdaftar dalam LP Nomor: LP/B/1233/VII/2025/SPKT/POLDA SUMUT. Hans menuding video yang disebarkan Kacak menyesatkan dan mencemarkan nama baik kliennya.

Video tersebut, menurut laporan adalah rekaman kamera pengawas toko pakaian saat Kompol DK menangkap Rahmadi, warga Tanjungbalai, dalam kasus narkotika.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Laka Tunggal di Persimpangan Empat Apil Dayok Mirah,Unit Gakkum Sat Lantas Polres Pematangsiantar Cek TKP
Kuasa Hukum Minta Itwasda Poldasu Ungkap Kriminalisasi Rahmadi
Driver Ojol Dibegal Saat Antar Penumpang ke Bandara, Jari Dibacok, Motor Dirampas
Ruslina Tewas Dihantam Truk Tangki, 1 Luka
Polda Sumut Gagalkan Perdagangan Calon PMI Ilegal
Lagi.., Bentrok Maut di Belawan, 1 Korban Tewas Dibacok
 
Komentar
 
Berita Terbaru