Minggu, 04 Oktober 2026 WIB

Cipayung Plus Minta Ketegasan Polisi Pasca Konflik Lahan di Binjai Selatan

- Jumat, 04 November 2022 17:14 WIB
Cipayung Plus Minta Ketegasan Polisi Pasca Konflik Lahan di Binjai Selatan
Matatelinga.com
Cipayung Plus Kota Binjai (doc : Mtc/cipayung plus binjai)
MATATELINGA, Binjai : Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus meminta pihak kepolisian tegas dalam menyikapi konflik dua kelompok tani di Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara.

Konflik yang ditenggarai perebutan lahan tersebut dinilai tidak kunjung usai dan semakin memanas sejak pertengahan tahun 2022.

Akibatnya, situasi Kamtibmas di Kota Binjai terganggu. Selain itu, prilaku kriminal juga kerap terjadi ditengah prahara antar kedua kelompok tani.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Binjai, Nofrizal AN, mengatakan bahwa konflik tersebut bukanlah perseteruan biasa, sehingga perlunya ketegasan yang serius dari aparat Kepolisian.

"Kami melihat kondisi ini bukan lagi persoalan biasa dan harus disikapi dengan serius oleh Bapak Kapoldasu. Sebagaimana yang kami lihat di salah satu sosial media dari salah satu kelompok masyarakat sampai harus menginap di Polres Binjai dalam penanganan penyelesaian sengketa lahan tersebut." ujar Novri, Jum'at (4/11/2022).

Kami berharap, Lanjut Novrizal, "agar bapak Kapoldasu untuk dapat segera menyelesaikan sengketa lahan itu, dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa," tegasnya.


Disisi lain, Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting, dalam keterangan singkatnya menjelaskan, Polisi terus berupaya melakukan penegakan hukum diwilayahnya secara tepat dan terukur.

"Kami berupaya maksimal untuk menegakkan hukum tanpa tebang pilih, namun itu semuanya harus dilakukan secara cermat dan tepat," kata Ferio.

Perwira menengah itu meminta seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban umum, khususnya di Kota Binjai.

Diketahui, perseteruan yang terjadi di Binjai Selatan merupakan konflik perebutan lahan, sejauh ini ada dua kelompok tani yang terlibat pertikaian diantaranya kelompok tani mekar jaya dan kelompok tani Guldah Persada.(Mtc/dyka.p)




Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru