Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menerima sebuah buku berjudul Theater Sepak Bola Indonesia, Mengamankan Kemelut Depan Gawang dari
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, sebagai bentuk apresiasi kepada
orang nomor satu itu atas kepedulian terhadap olahraga.
Penyerahan buku yang ditulis oleh Henry Nurcahyo dan Teguh Wahyu Utomo
terbitan Kemenpora tersebut dilakukan di Halaman Kantor Dinas Pemuda dan
Olahraga Sumatera Utara saat acara nonton bareng Piala Dunia antara
Italia versus Kosta Rika pada Jumat (20/6/2014) malam.
Agenda yang digelar "Rumah Bola Kemenpora" itu dimulai pukul 21.00 WIB
dengan serangkaian acara talkshow bertema "Peluang Indonesia Menuju
Piala Dunia" dan beberapa gelaran tarian etnis asal Sumatera Utara.
Selain Gubsu, buku yang sama juga diberikan kepada beberapa tokoh Sumut
lainnya seperti Ketua KONI Sumut Gus Irawan, Ketua DPD Golkar Sumut
Ajib Shah, Sekda Pemprov Sumut Nurdin Lubis, Ketua KNPI Sumut Yasir
Ridho, Kadispora
Sumut Baharuddin Siagian, Politisi PDI-P Sumut Brilian Mohctar, Ketua
PSSI Pusat Djohar Arifin, serta beberapa orang legenda sepakbola
Indonesia seperti Rully Nere, Anjas Asmara, dan Nobon.
"Rumah Bola" merupakan kegiatan nonton bareng yang diadakan Kemenpora
selama acara Piala Dunia 2014 berlangsung tepatnya dari Kamis (12/6) ini
hingga 13 Juli 2014 Kota Medan menjadi kota kedua perhelatan ini
sebelum menuju Surabaya, Makassar dan Jayapura.
Menpora Roy Suryo dalam kesempatan itu mengatakan acara nonton bareng
yang dirangkai peluncuran buku Theater sepak Bola Indonesia serta
diskusi dengan tema Indonesia Menuju Piala Dunia sangat penting.
Karena Indonesia harus mengapai mimpi ini dan mimpi itu harus terus
kita hidupkan, supaya Indonesia punya harapan di tahun 2022. Kalau Allah
meridhoinya mungkin nama Indonesia akan terdengar lagi di pentas
dunia.
"Sama seperti tahun 1938 sebelum merdeka Indonesia pernah masuk
keputaran piala dunia. Buku ini dedikasikan kepada olahraga Indonesia
khususnya sepakbola Indonesia.Di dalam buku ini pula tercantum rahasia
di balik penyatuan PSSI," katanya.
Sementara Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan Kota Medan adalah kota
pertama di luar Jakarta yang menggelar acara nonton bareng yang digagas
"Rumah Bola" Kemenpora, yang tentunya hal itu sebuah apresiasi sangat
tinggi kepada Sumatera Utara.
Menurut dia, dari informasi yang didapat dari beberapa sumber
disebutkan bahwa ada beberapa penilaian parameter kemajuan suatu bangsa
yakni politik dan keamanan, pertumbuhan ekonomi serta kemajuan
olahraganya.
Tentunya semua pihak menjadi optimis bagaimana kegiatan olahraga bisa
menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar mereka menjadi
manusia-manusia yang produktif, kreatif dan mandiri serta menjadi
harapan bangsa.
Dengan adanya kegiatan "Rumah Bola " yang digagas Kemenpora, tentunya
juga merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan di tengah-tengah
masyarakat, dan dengan kebersamaan itu ia optimis bangsa ini bisa lebih
maju lagi kedepannya.
"Tadi saya sempat bertanya kepada Menpora , kapan kita kira-kira bisa
berlaga di kancah Piala Dunia dan disebutkan tahun 2022. Kita harus
optimis dengan pembinaan yang dilakukan dengan keras oleh semua pihak
tentunya mimpi itu bisa diwujudkan," katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Baharuddin Siagian dalam kesempatan
itu mengatakan acara ini bertujuan untuk memotivasi pecinta sepakbola di
Sumatera Utara agar semakin semangat untuk mencintai sepak bola.Juga untuk meningkatkan kerjasama dalam rangka pembinaan olah raga khususnya sepak bola di Sumatera Utara.
"Kegiatan ini juga sebagai Media informasi untuk menggali potensi olahraga yang ada di Sumut," katanya.
Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Sumatera Utara Gus
Irawan mengatakan pihaknya berharap acara tersebut menjadi langkah awal
kebangkitan sepak bola Indonesia khususnya Sumatera Utara.
"Karena dulu Sumut adalah gudangnya atlet khususnya pesepakbola, dan
kedepan Insya Allah ini bisa kembali diwujudkan," katanya.
(Mt)