Matatelinga - Teluk Mengkudu, Pengaturan dalam setiap tahapan pengelolaan maupun penggunaan air untuk tanaman padi sawah merupakan salah satu faktor penentu, sebab hal ini mempengaruhi pada kapasitas dan kualitas atas produksi padi maksimal yang dihasilkan.
Dalam hal ini peranan para petani sawah khususnya petani pemakai air irigasi sawah dituntut untuk memahami pendisribusian air sesuai standar kebutuhan tanaman. Oleh karena itu untuk menguatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan bagi petani sawah, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) memberikan bimbingan dan pelatihan kepada jajaran kelompok Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) dan dinas terkait.
Acara pelatihan kelompok GP3A desain partisipatif secara resmi dibuka Wabup Sergai Syahrianto SH di aula Kantor Camat Teluk Mengkudu, Selasa (3/6/2014).
Pada kesempatan tersebut Wabup Sergai Syahrianto SH turut didampingi Kadis PSDA Ir. Hj. Prihatinah, M.Si, Kabag Humas Dra. Indah Dwi Kumala, mewakili Kadis PSDA Provsu, Narasumber dari Lopim, puluhan organisasi kelompok GP3A dan jajaran UPTD PSDA.
Dalam paparannya Wabup Sergai Syahrianto mengemukakan bahwa teknis penanganan air irigasi persawahan mempunyai tantangan tersendiri, kelihatannya sangat mudah namun disisi lain petani sawah juga menghadapi kendala di lapangan.
Untuk mencegah hal tersebut maka peran secara partisipatif GP3A sangat diharapkan dalam pengelolaan air irigasi yang berkelanjutan, ungkap Wabup Syahrianto.
Menurut Syahrianto dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air dan irigasi, tahapan perencanaan (design) partisipatif menjadi tolok ukur dalam penanganan masalah yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan air ditingkat petani.
Sebab pengelolaan air irigasi kalau tidak sesuai volume yang dibutuhkan akan sangat fatal jadinya, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan padi yang tidak sehat.
Karena begitu pentingnya penanganan air irigasi persawahan, diharapkan kepada semua peserta GP3A mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Melalui pelatihan design partisipatif petani pemakai air mampu membuat rencana dari kontruksi jaringan sekaligus pelatihan ini dapat menjadi wadah menyatukan persepsi dari berbagai pihak kelompok petani. Dan kedepannya dapat menjadi agen pembaharuan pertanian sekaligus organisasi pertanian yang profesional.
Program kerja pembangunan khususnya dibidang pertanian tidak akan mengalami perkembangan jika tidak mendapat dukungan dari semua komponen masyarakat, dalam hal ini GP3A turut memegang peranan strategis.
Sebelumnya Kadis PSDA Ir. Hj. Prihatinah menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah ingin menjadikan GP3A dan P3A Sergai menjadi organisasi berdaya saing pada aspek pengelolaan dan perencanaan sumber daya air.
Disamping itu mendorong adanya peningkatan usaha petani. Penguatan dan pemberdayaan kelembagaan GP3A dan P3A mutlak harus dilakukan menghasilkan kompetensi GP3A yang handal dan mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam pengelolaan air, ujar Kadis PSDA.
(Koko/Mt)