MATATELINGA,Katang Bidare, Lingga : Babinsa Desa Pulau Medang, Serda Erwin Simarmata, melaksanakan Komunikasi Sosial (komsos/" target="_blank">Komsos) bersama warga di lingkungan RT 04 RW 02, Dusun 2, Desa Pulau Medang, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Minggu (26/04/2026), membahas terkait meningkatnya kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah binaan, seiring dengan kondisi cuaca panas, serta tingkat kekeringan tanah dan tanaman yang sangat tinggi. Kondisi tersebut dinilai sangat memudahkan terjadinya kebakaran meskipun hanya dari pemicu kecil.
Serda Erwin Simarmata menegaskan bahwa Karhutla bukan sekadar bencana lingkungan. "Kerusakan yang ditimbulkan sangat kompleks. Mulai dari hilangnya kesuburan tanah, musnahnya habitat flora dan fauna, hingga rusaknya ekosistem yang terbentuk selama puluhan tahun. Dampaknya langsung ke masyarakat, asap karhutla mengganggu sistem pernapasan, memicu ISPA, melumpuhkan aktivitas harian, bahkan mengancam keselamatan transportasi karena jarak pandang terbatas," tegasnya. Babinsa juga mengingatkan bahwa tindakan membakar lahan dengan sengaja merupakan pelanggaran hukum. Pelaku dapat dijerat sanksi pidana sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengubah pola aktivitas di lahan. "Saya minta warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Hindari membuang puntung rokok sembarangan dalam kondisi menyala, dan pastikan setiap api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal menjaga keselamatan keluarga dan masa depan anak cucu kita di Pulau Medang," ujar Serda Erwin. Ia menekankan bahwa pencegahan Karhutla adalah bagian dari upaya Bela Negara, karena menyangkut kedaulatan sumber daya alam dan ketahanan wilayah.
Danramil 06/Senayang, menegaskan bahwa
komsos/" target="_blank">Komsos ini adalah implementasi tugas pokok Pembinaan Teritorial. "Koramil sebagai ujung tombak Sishankamrata wajib menciptakan Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) Juang yang tangguh. Edukasi bahaya Karhutla adalah bentuk pertahanan semesta di bidang lingkungan," jelasnya.
Warga RT 04, Bapak Sulaiman (52), menyambut positif imbauan tersebut. "Terima kasih Pak Babinsa sudah ingatkan kami. Memang sekarang panasnya luar biasa, daun kering semua. Kami sepakat tidak akan bakar-bakar lagi. Kalau ada yang nekat, kami laporkan ke Pak RT dan Babinsa," ujarnya. Warga juga berkomitmen untuk membentuk kelompok patroli lingkungan secara swadaya guna memantau titik-titik rawan api, sebagai bentuk kemanunggalan TNI-Rakyat dalam menjaga wilayah.