Jumat, 30 Oktober 2026 WIB

Kuah Singko Bak Simulieng, Warisan Rasa Kluet yang Unjuk Cita Rasa di Lomba Masak Serba Ikan Aceh

Ichdar Ifan - Jumat, 11 September 2026 08:18 WIB
Kuah Singko Bak Simulieng, Warisan Rasa Kluet yang Unjuk Cita Rasa di Lomba Masak Serba Ikan Aceh
Lomba Masak Serba Ikan Aceh.

Bagi Forikan Aceh Selatan, kehadiran Kuah Singko Bak Simulieng dalam ajang tersebut bukan sekadar upaya menyajikan menu berbahan dasar ikan. Ada cerita budaya yang ikut dibawa ke meja lomba.
Nama Singko Bak Simulieng berasal dari bahasa Kluet. Singko berarti ikan limbek atau ikan lele, sedangkan Bak Simulieng berarti batang rotan muda.

Dua bahan lokal itu kemudian diolah menjadi gulai dengan karakter rasa yang khas. Batang rotan muda terlebih dahulu dibakar untuk mendapatkan bagian yang lembut. Setelah itu, bahan tersebut dipadukan dengan ikan lele dan racikan rempah.
Kelapa gongseng menjadi salah satu kunci rasa gurih dalam kuah. Cabai rawit menghadirkan sensasi pedas, sementara daun kunyit, daun mangkokan, daun jeruk, daun ruku-ruku dan batang serai memperkuat aroma.

Perpaduan tersebut menghasilkan kuah dengan cita rasa yang khas gurih, pedas dan kaya aroma rempah. Sensasi rotan muda memberikan karakter tersendiri yang membuat hidangan ini berbeda dari gulai ikan pada umumnya.
"Kuah Singko Bak Simulieng ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari warisan budaya masyarakat Kluet yang perlu terus kita kenalkan dan lestarikan. Melalui Lomba Masak Serba Ikan Aceh, kita ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi hidangan yang menarik, bergizi, sekaligus memiliki nilai budaya." Ujar Ny. Nafisah Mirwan

Baca Juga:

Namun, keistimewaan Kuah Singko Bak Simulieng tidak semata-mata terletak pada resepnya.
Bagi masyarakat Kluet, makanan ini merupakan bagian dari kehidupan sosial dan adat. Hidangan tersebut kerap disajikan dalam berbagai momentum penting, seperti perayaan hari besar Islam, kenduri pernikahan, sunatan Rasul, aqiqah, kenduri blang, kenduri laot hingga kegiatan adat lainnya.


Lomba kuliner seperti ini menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan lokal. Bahan-bahan yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat dapat diolah menjadi hidangan yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi untuk dikembangkan.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Menjaga Warisan Kota Pelajar: Letnan Dalimunte Ingin Padangsidimpuan Tetap Jadi Magnet Pendidikan
PKK Goes to School, Asniar Ajak Orang Tua Perkuat Karakter Anak
Asniar Dorong PKK Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
Terekam CCTV Mencuri Ikan Koi, Pelaku Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
Aktivitas Judi Mesin Ikan Ikan Dekat SPBU Sidodadi Biru Biru Bebas Beroperasi, Warga mengeluh Tak Ada Tindakan.
Pelantikan MPW ICMI Muda Sumut, Wagub Surya Dorong Pengurus Hadirkan Karya Nyata
 
Komentar
 
Berita Terbaru