Brigjen Pol Dadang Hartanto, Sosok Pemimpin yang Displin, Cerdas Serta Taat Beribadah
Brigjen Pol Dadang Hartanto, Sosok Pemimpin yang Displin, Cerdas Serta Taat Beribadah
Brigjen Pol Dadang Hartanto, Sosok Pemimpin yang Displin, Cerdas Serta Taat Beribadah
Memasuki tahun 2020, kita kembali dihadapkan dengan tahun politik dimana akan berlangsung Pemilihan Kepala Daerah. Dalam tulisan ini secara khusus mengupas Sumatera Utara, dimana pada tahun 2020 ada 23 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada dari 33
Sejak tahun 1957, Indonesia telah mengirimkan pasukan perdamaiannya ke berbagai belahan dunia. Sejatinya, tidak hanya kontingen/pasukan perdamaian yang dikenal oleh masyarakat sebagai Kontingen Garuda (Konga) saja yang dikirim ke daerah misi perdamaian du
(Anggota DPRD Prof. Sumut Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumut II/Medan B dan Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut)
Bisa menyelesaikan studi dari jenjang S-1, bagi Amrizal sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Memastikan diri untuk lebih meningkatkan keilmuan, Amrizal melanjutkan studinya ke jenjang S-2 Magister Hukum di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia
Tidak terasa 1 tahun 3 bulan lebih Kapoldasu dijabat oleh figur pemimpin yang humanis, bersahaja, tegas, murah senyum dan mampu bergaul dengan segala kalangan masyarakat tanpa canggung dan bukan pencitraaan.
Adi Ming E bukan pewaris kerajaan properti. Tapi namanya kini tak pernah lepas dari embel-embel properti - sebagai Chairman Samera Propertindo. Hidupnya dulu pun terbilang sulit.
Tahun 2020, ada 23 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk memilih pemimpun baru lima tahun berikutnya. Menghadapi kotestasi politik ini, beberapa calon mulai bermunculan. Tak terkecuali dengan Kabupate
Tahun ini, media online Matatelinga.com genap berusia 8 tahun, atau sering juga disebut dengan sewindu. Media online ini mulai dirintis sejak tahun 2011, dan tahun ini tepatnya tanggal 10 Oktober 2019, media Matatelinga.com masih belum sehebat media onlin
Aksi penolakan revisi Undang-undang KPK, menuai opini pro dan kontra. Ada yang terang-terangan menyampaikan penolakannya terhadap rencana DPR tersebut, namun ada juga yang menerima tapi tidak secara terang-terangan.