Sehari sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi antara pemuda Gang 7 dan Gang 10 di Jalan Selebes, Kelurahan Belawan Dua. Sebelumnya, pada 27 Juni 2025, tawuran antara pemuda Kampung Kolam, yang dikenal sebagai "Kampung Narkoba"dengan pemuda Jalan Belanak, menyebabkan Kali Alfarezi (21) tewas akibat luka parah.
Pada 2 Juni 2025, peristiwa serupa melibatkan pemuda Gudang Arang dan Lorong Papan. Hendra Saputra (38) menjadi korban dengan kondisi luka bacok yang mengerikan hingga menyebabkan ususnya terburai.
"Tawuran Ini Ada Dalangnya"
Baca Juga:
Sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan agama meyakini tawuran di Belawan dikendalikan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan menjaga kondisi tidak kondusif guna memuluskan peredaran narkoba dan aktivitas kriminal lainnya.
"Sudah bukan rahasia umum, Belawan darurat narkoba. Tawuran hanya cara untuk menutupi peredaran narkoba. Saat suasana kacau, para bandar bebas menjalankan aksinya," kata Herianto Laut, Majelis Dewan Pendiri Persaudaraan Masyarakat Belawan Maju.
Ia juga melontarkan kritik tajam kepada tokoh-tokoh yang hanya muncul menjelang momentum politik atau proyek.
"Tak ada lagi tokoh panutan, yang ada hanya tokoh tontonan. Kalau menilai tokoh dari sisi ekonomi saja, bukan akhlaknya, jangan heran Belawan terus hancur," tegas Herianto.