Rabu, 09 September 2026 WIB

Bubarkan Bawaslu!

Admin - Sabtu, 25 Januari 2014 02:50 WIB
Bubarkan Bawaslu!
Matatelinga - Jakarta,Peneliti Indonesia Budget Center (IBC), Roy salam menilai pengelolaan anggaran Pemilu di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) rawan korupsi dan kongkalikong dengan partai politik. Pasalnya, Bawaslu tiba-tiba akan menerima anggaran senilai 1,5 triliun untuk membiayai saksi. "Dana ini akan diambil dari dana optimalisasi dari APBN 2014. Jika ini terjadi, maka perampokan uang Negara oleh partai politik melalui Bawaslu akan terjadi," kata Roy di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Jumat (24/1/2014).

 Indonesia Budget Center (IBC), Lingkar Madani Indonesia (LIMA) dan Formappi yang tergabung dalam Koalisi Untuk Akuntabilitas Keuangan Negara (KUAK Negara) menuntut akuntabilitas anggaran penyelenggaraan pemilu 2014 yang dianggap banyak biaya yang hanya memboroskan uang negara.

Roy menjelaskan, dalam rapat pembahasan RAPBN 2014, komisi II DPR RI menyetujui anggaran pemilu untuk KPU sebesar Rp 15.410.408.218.000 dan untuk Bawaslu sebesar Rp 3.261.847.100.000. "Ini masih sangat tinggi dan rawan korupsi," ujar Roy.

Menurutnya, pengelolaan anggaran Pemilu dari masa ke masa tidak lebih baik. "Buktinya, tahun lalu KPU dan Bawaslu justru membeli mobil murah untuk para komisioner," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA Indonesia), Ray Rangkuti, menilai Bawaslu merupakan sumber pemborosan negara. "Enggak ada output yang jelas. Hanya rapat terus. Bahkan Bawaslu tidak memegang data DPT!" terang Ray.

Menurutnya, tak ada fungsi yang dijalankan Bawaslu sehingga Bawaslu hanya memboroskan uang negara. "Bubarkan Bawaslu. Kan masyarakat juga bisa mengawasi jalannya pemilu," ucapnya. (ugo)

(Okz/Adm)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru
Dua Pria Sergai Gol

Dua Pria Sergai Gol

MATATELINGA, T.Tinggi Dua orang lelaki warga Kabupaten Sedang Bedagai (Sergai) masingmasing berinisial FR (33) dan temannya Z (54) harus m

Berita Sumut