Matatelinga.com, Kepala Bakamla RI Laksdya
TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., memberikan paparan mengenai peran Bakamla RI dalam Pengembangan
Sistem dan Arsitektur Penegakan Kedaulatan dan Hukum di Laut pada kesempatan
Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni
Lemhanas (IKAL) bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN)
dengan tema Pengembalian Sistem dan Arsitektur Penegakkan Kedaulatan dan Hukum
di Laut dalam Rangka Mendukung Pengamanan Kepentingan Negara Kepulauan
Indonesia, di Kantor Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN), Jl. Patra
Kuningan Vlll, nomor 14, Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2016).
Kegiatan yang dibuka oleh
Ketua Dewan Pembina PPSN Laksamana TNI (Purn) Widodo A.S. dan dilanjutkan
dengan sambutan oleh Ketua IKAL Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menghadirkan
beberapa narasumber yang sangat ahli di bidang penegakan kedaulatan dan hukum
di laut, antara lain Laksma TNI (Purn.) Dani Purwanegara, Prof. Dr. Hasjim
Djalal, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., Asops Kasal
Laksda TNI I.N.G.N. Ary Atmaja, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan
Perikanan KKP, serta Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Ir.
Antonius Tonny Budiono, M.M.
Secara terstruktur, Kepala
Bakamla RI memaparkan mengenai kepentingan nasional Indonesia di Laut Indonesia
yang terdiri dari keselamatan, keamanan dan perlindungan sumber daya laut.
Sesuai dengan instruksi
Presiden RI dalam upaya mengamankan wilayah kedaulatan, yurisdiksi dan aset
NKRI yang dituangkan dalam RPJMN 2015 – 2019 antara lain peningkatan kinerja
pertahanan dan keamanan secara terpadu di wilayah perbatasan; pengembangan
Sistem Monitoring, Kontrol, dan Surveillance sebagai Instrumen
Pengamanan Sumber Daya, Lingkungan, dan Wilayah Kelautan; pengoptimalan pelaksanaan
pengamanan wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terdepan; dan peningkatan
koordinasi keamanan dan penanganan pelanggaran di laut.
Paparan Kepala Bakamla RI
diakhiri dengan menyampaikan unsur sinergitas dan keterpaduan untuk menyongsong
poros maritim dunia. Sinergitas harus terjalin antara unsur darat, laut dan
udara dalam pengamanan maritim Indonesia yang berlandaskan keamanan,
keselamatan dan perlindungan sumber daya laut.
(Mtc)