Kamis, 22 Oktober 2026 WIB
RJ Lino

RJ Lino Bongkar Kedekatannya Dengan Para Petinggi

Admin - Minggu, 20 Desember 2015 09:35 WIB
RJ Lino Bongkar Kedekatannya Dengan Para Petinggi
google

Matatelinga.com, Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost (RJ) Lino resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pengadaan quay container crane (QCC) tahun 2010. Di saat yang sama, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri juga tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan 10 mobile crane tahun 2015, yang juga melibatkan RJ Lino.

Sebelumnya, Pria kelahiran Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) 62 tahun lalu itu, sempat menggegerkan publik dengan mengancam mundur dari jabatannya karena penggeledahan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.

Begitu kantornya digeruduk polisi, Lino langsung mengontak Kepala Bappenas Sofyan Djalil dan tanpa tedeng aling-aling, meminta Sofyan menyampaikan ancaman pengunduran dirinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelahnya, terungkaplah jejaring kekuasaan di sekitar Lino, termasuk kedekatannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Pak Presiden, kalau caranya begini saya berhenti saja besok. Ibu Rini sudah telefon Kapolri. Kasih tahu presiden, pak, kalau caranya begini saya berhenti saja besok. Saya sama sekali disappointed," kata RJ Lino kepada Sofyan Jalil via telefon di Kantor Pusat PT Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok bulan Agustus lalu.

RJ Lino merupakan lulusan Teknik Sipil, Institut Teknik Bandung (ITB) 1976. Tak berhenti sampai di sana, kepiawainnya dalam bidang teknik dan pelabuhan diasahnya di beberapa institusi pendidikan ternama di Belanda, India, Jepang, Amerika Serikat dan terakhir ia menempuh  Magister Bisnis Administrasi di Institut  Pendidikan dan Pengembangan Manajemen (IIPM), Jakarta pada 1989.

Sebelum menjadi pentolan salah satu BUMN di Indonesia itu, Lino terlebih dahulu bertugas sebagai Managing Director of Port Guigang, Guangxi, Cina. Dia berhasil menjalin kerjasama dengan pemerintah lokal dalam mengakuisisi sebuah pelabuhan dan menyelesaikan persetujuan jual-beli. Karena itu pula, Lino berkesempatan memasarkan pelabuhan Guigang kepada pemerintah Provinsi Guangdong, Hong Kong, Senzhen, dan provinsi-provinsi land lock (Yunan, Guizhou, dan Sichuan). Lino kemudian dipilih memimpin PT Pelindo II sejak 2009. Demikian dilansir laman okezone.com



(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru