Matatelinga.com, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) dengan melakukan pembrantasa narkoba di Indonesia mendapat dukungan sekelompok mahasiswa dan pemuda. Di antaranya ialah rencana menghapus rehabilitasi bagi para pengguna narkotika.
Ketua Presedium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi
(Kamerad), Haris Pertama menilai, ide mantan Kabareskrim Polri itu sudah
tepat. Pasalnya, rehabilitasi pengguna narkoba saat ini lebih dominan
dari kalangan tertentu.
"Kebanyakan yang rehabilitasi itu orang-orang yang berduit saja.
Sedangkan masyarakat biasa, mereka langsung dijebloskan ke penjara,"
tegas Haris di Jakarta, Sabtu (12/9/2015).
Dia pun meminta, agar Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak
Kekerasaan (KontraS) tidak asal mengkritik. Lebih elok kata dia, bila
LSM pegiat HAM itu membuktikannya langsung ke sejumlah tempat
rehabilitasi.
"Kebanyakan di tempat rehabilitasi itu anak-anak pejabat, orang-orang
berduit. Sedangkan masyarakat gang (kalangan tidak mampu-red) langsung
dipenjarakan. Seharusnya KontraS yang belajar lagi soal itu. Kita bicara
bukti," pungkasnya.
Bahkan, dia mengimbau kepada Kepala BNN memberi sanksi berat bagi
bandar narkoba yang beraksi melalui jalur laut. Akan lebih baik kata
dia, bandar narkoba tersebut ditenggelamkan di laut.
"Kita juga mendukung ide BNN yang ingin menenggelamkan pelaku dan
bandar narkoba. Mereka ditenggelamkan saja agar memberi efek jera kepada
pelaku dan bandar narkoba. Indonesia harus bebas dari narkoba. Makanya,
kita dukung tindakan tegas Komjen Buwas," tutupnya dilansir Okezone.