MATATELINGA,Jakarta : Pernyataan Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al-Wasliyah (PW HIMMAH) DKI Jakarta, Sahala Pohan, apresiasi sikap terbuka Polda Metro Jaya yang telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesiq 2026 digelar di Kawasan Bundaran HI Jakarta Pusat, Kamis (29/10-2026).
Menurut Sahala, permohonan maaf Ka
polda Metro Jaya melalui, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Budi Hermanto, hendaknya dijadikan momentum untuk memperkuat komunikasi dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat serta membangun hubungan yang lebih baik kedepan dengan berbagai unsur dalam rangka mendukung program dan visi Kapolri, Jenderal. Pol. Suyudi Ario Seto, " Polisi Bersama Masyarakat," sebutnya dalam relis yang disampaikan kepada MATATELINGA, Minggu (1/11-2026).Menurutnya, kritik, evaluasi, dan penyampaian pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, semua itu harus disampaikan secara konstruktif, mengedepankan dialog, serta tidak mengorbankan stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.
"Jangan sampai kita digiring oleh narasi narasi yang justru memecah belah persatuan dan kesatuan. Mari kita kedepankan akal sehat, sikap saling menghormati, serta semangat persaudaraan dalam menyikapi setiap persoalan yang sudah terjadi," ujarnya.Sebagai organisasi mahasiswa, HIMMAH DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari kekuatan moral yang menjaga kekondusifan, tegasnya.Sudah ada pengakuan dan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, setidaknya ini menjadi catatan terpenting sebagai bagian dari evaluasi kehal yang lebih baik di lembaga Polri kedepan.Hamdan menirukan pernyataan Humas Polda Metro Jaya yang mengatakan, "Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga:
Selanjutnya, beberapa peserta yang hadir dalam kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, sudah di klarifikasi dan meminta maaf kepada publik dan juga kepada kampus yang meraka atas namakan.