Minggu, 18 Oktober 2026 WIB

Addrienta Farm, Kawah Candradimuka Petani Modern: Dari Learning by Doing Menuju Agribusiness Berdaya Saing Global

Admin - Sabtu, 17 Oktober 2026 20:00 WIB
Addrienta Farm, Kawah Candradimuka Petani Modern: Dari Learning by Doing Menuju Agribusiness Berdaya Saing Global
Matatelinga/Istimewa
Bincang Tipis-Tipis menyaksikan bagaimana P4S Addrienta Farm mengembangkan pertanian modern, menggembleng petani melalui praktik langsung, dan menumbuhkan semangat berbagi ilmu demi kemajuan pertanian Indonesia.

MATATELINGA - Cipanas : Bincang Tipis-Tipis menyaksikan bagaimana P4S Addrienta Farm mengembangkan pertanian modern, menggembleng petani melalui praktik langsung, dan menumbuhkan semangat berbagi ilmu demi kemajuan pertanian Indonesia.

Ada yang menarik ketika host Bincang Tipis-Tipis, Erman Tale Daulay, berkunjung ke kawasan Addrienta Farm Cipanas, Jawa Barat. Di sini, pertanian bukan sekadar hamparan tanaman yang tumbuh dan dipanen, tetapi juga ruang belajar, laboratorium inovasi, dan tempat menempa petani agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Kawasan yang tertata rapi ini mengembangkan beragam kegiatan secara terpadu, mulai dari smart farming, budidaya bunga krisan, tanaman obat-obatan dan hortikultura, hingga peternakan ayam petelur, kelinci, dan perikanan.

Baca Juga:
Semua itu bukan sekadar memperlihatkan beragam komoditas pertanian. Lebih dari itu, Addrienta Farm menghadirkan pengalaman belajar nyata. Petani tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga melihat, mencoba, dan mempraktikkan langsung penerapan teknologi dan inovasi dalam kegiatan pertanian sehari-hari. Inilah pentingnya konsep learning by doing: belajar melalui praktik dan pengalaman lapangan.

Kawah Candradimuka untuk Petani Masa Depan

Dalam dunia pertanian, pengetahuan tidak cukup diperoleh dari buku atau ruang pelatihan. Keterampilan harus diasah melalui praktik, teknologi dipahami melalui penerapan, dan mental kewirausahaan dibentuk melalui pengalaman.

Addrienta Farm menjadi ruang untuk menempa petani agar tidak berhenti sebagai pelaku budidaya konvensional. Mereka didorong memahami pertanian modern, meningkatkan efisiensi produksi, mengenali peluang usaha, dan melihat pertanian sebagai bisnis yang memiliki prospek ekonomi.

Baca Juga:
Budidaya bunga krisan, tanaman obat-obatan, peternakan ayam petelur, kelinci, dan perikanan memperlihatkan peluang pengembangan berbagai subsektor agribisnis. Dengan pengetahuan, pengelolaan yang baik, dan kemampuan membaca pasar, petani dapat membangun usaha yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Di sinilah Addrienta Farm menemukan relevansinya sebagai kawah candradimuka: tempat petani mengasah pengetahuan, membangun keterampilan, dan mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri.

Bukan Hanya Belajar Bertani, tetapi Juga Berbisnis

Tantangan pertanian tidak hanya menyangkut hasil panen, tetapi juga perubahan iklim, perkembangan teknologi, efisiensi, persaingan pasar, dan regenerasi petani. Karena itu, petani masa kini perlu memahami budidaya, manajemen usaha, pengolahan hasil, pemasaran, teknologi, dan kemitraan.

Baca Juga:
Arah pembelajaran ini penting bagi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), lembaga pelatihan pertanian nonformal yang didirikan dan dikelola secara swadaya oleh petani maju. Semangat dasarnya adalah petani yang telah memperoleh pengalaman dan keberhasilan dapat menularkan pengetahuannya kepada petani lain.

Addrienta Farm memperlihatkan bagaimana semangat tersebut dikembangkan melalui fasilitas pelatihan, kegiatan budidaya, peternakan, perikanan, dan pengenalan teknologi modern.

Pembelajaran juga diperkuat oleh narasumber yang telah berhasil di sektor pertanian. Mereka berbagi pengalaman, tantangan, strategi, dan pelajaran dari perjalanan usaha. Pengetahuan menjadi lebih membumi karena disampaikan oleh orang-orang yang memahami kenyataan di lapangan.

Semangat berbagi ini sejalan dengan filosofi P4S: dari petani, oleh petani, untuk negeri. Sebab, kemajuan pertanian tidak cukup mengandalkan teknologi dan sarana fisik, tetapi juga membutuhkan manusia yang bersedia belajar, berbagi, dan bergerak bersama.

Baca Juga:
Menyiapkan Petani Muda dan Regenerasi Pertanian

Pertanian Indonesia menghadapi tantangan menyiapkan generasi penerus yang akrab dengan teknologi, kreatif, dan berani membangun usaha. Pertanian modern di Addrienta Farm dapat memperkenalkan wajah pertanian yang tidak hanya mengandalkan tenaga fisik, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan kemampuan bisnis.

Melalui pembelajaran yang tepat, anak muda dapat didorong menjadi agripreneur atau wirausaha pertanian. Namun, pelatihan perlu didukung pendampingan, akses permodalan, kemitraan, dan jaringan pasar agar pengetahuan berkembang menjadi usaha produktif.

Dalam pengembangan P4S nasional, Addrienta Farm dapat menjadi contoh bagaimana pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan agribisnis dirangkai dalam satu kawasan.

Baca Juga:
Kunjungan Bincang Tipis-Tipis memperlihatkan bahwa masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan besarnya produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, kemauan belajar, keberanian berinovasi, dan kesediaan berbagi pengetahuan.

Addrienta Farm menunjukkan bahwa P4S dapat berkembang menjadi tempat lahirnya inovasi, tumbuhnya wirausaha, terbangunnya kemitraan, dan menguatnya kemandirian ekonomi petani.

Pada akhirnya, transformasi pertanian tidak cukup hanya mengubah cara menanam. Yang juga harus berubah adalah cara berpikir, cara mengelola usaha, dan cara petani memandang masa depannya.

Dari petani, oleh petani, untuk negeri. Dari pembelajaran di desa, menuju pertanian Indonesia yang maju, mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Baca Juga:

Editor
: James Pardede
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
P4S dari Tempat Belajar Petani Menjadi Pusat Inovasi dan Bisnis Pertanian
Laboratorium Lapangan KTNA Addrienta Farm di Cipanas Jadi Kawah Candradimuka Petani, Cetak Champion Pertanian Modern
HM Yadi Sofyan Noor: KTNA All Out Dukung Presiden Prabowo, Banggakan Kinerja Mentan Amran
Luapan Sunga, Membuat Sektor Pertanian dan rRmah Warga Wilayah Dua Koto "Menyedihkan"
Pemprov Sumut Gelar Bulan Bakti Peternakan 2026, Targetkan Sumut Bebas Rabies
Sumrambah, Rembug Paripurna KTNA di Batu Menatap Pertanian Cerah, Modernisasi Jadi Jalan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
 
Komentar
 
Berita Terbaru