Senin, 06 Juli 2026 WIB

Kajari Poso Kagum Dengan Keunikan Rumah Adat Lobo Modern Serta Kantor Desa Pandiri

James Pardede - Senin, 06 Juli 2026 10:00 WIB
Kajari Poso Kagum Dengan Keunikan Rumah Adat Lobo Modern Serta Kantor Desa Pandiri
Matatelinga/Istimewa
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso, Yos A. Tarigan, S.H., M.H., M.I.Kom., memilih cara yang berbeda untuk mengisi waktu luangnya pada Sabtu (4/7/2026). Bukan melalui kunjungan kerja dinas formal, ia justru memanfaatkan momen santai di luar jam kantor u

MATATELINGA - Poso : Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso, Yos A. Tarigan, S.H., M.H., M.I.Kom., memilih cara yang berbeda untuk mengisi waktu luangnya pada Sabtu (4/7/2026). Bukan melalui kunjungan kerja dinas formal, ia justru memanfaatkan momen santai di luar jam kantor untuk turun langsung melihat situasi riil masyarakat di Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

Langkah ini diambil secara personal oleh Yos Tarigan karena rasa penasaran setelah mendapatkan informasi dari warga bahwa Desa Pandiri memiliki sesuatu yang berbeda dan unik dibandingkan desa-desa lainnya.

Benar saja, saat berbaur dengan masyarakat setempat, Kajari Poso mendatangi dan dibuat kagum oleh keberadaan dua bangunan ikonik yang sangat penting dan mencolok di sana. Bangunan pertama adalah Rumah Adat Nto Pamona atau "Lobo Modern". Rumah adat suku Pamona ini bernilai sejarah tinggi sejak tahun 1912, yang kini telah direvitalisasi oleh pemerintah desa dengan sentuhan arsitektur modern tanpa kehilangan nilai historisnya.

Baca Juga:
Bangunan kedua yang turut memikat perhatiannya adalah Kantor Pemerintah Desa Pandiri yang terletak strategis di Jalan Trans Sulawesi No. 21.

Berbeda dari kantor desa pada umumnya, pusat pelayanan administrasi warga ini dibangun secara swadaya dan saat ini proses pembangunannya tengah berjalan.

Menariknya, dengan konsep megah dan arsitektur khas yang diusung, kantor desa ini diprediksi akan menjadi kantor desa terbesar dan terunik di Provinsi Sulawesi Tengah, atau bahkan mungkin di seluruh Indonesia.

Di sela-sela kunjungannya, Yos Tarigan menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan Kepala Desa Pandiri, John Dagolemba Mowose, para aparatur, warga, serta seniman lokal yang sedang sibuk mengerjakan detail bangunan tersebut.

Baca Juga:
Obrolan yang berlangsung santai tanpa sekat ini membahas tentang filosofi arsitektur, teknik pengerjaan, hingga sejarah kuat di balik berdirinya bangunan adat Lobo.

Proses pembangunan kantor desa yang dilakukan secara swadaya ini lahir dari semangat luar biasa Kepala Desa Pandiri, bersama seluruh aparatur desa, seniman, serta kekompakan warga masyarakat. Gerakan mandiri ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong masih terjaga kuat di desa tersebut.

Yos Tarigan sangat mengagumi kedua bangunan tersebut karena dinilai sangat unik dan memiliki model arsitektur yang tampil beda. Struktur Lobo Modern yang mempertahankan warisan budaya berdampingan erat dengan wujud kerja keras warga pada kantor desa tersebut.

"Semangat gotong royong dari Kepala Desa Pak John Wose, aparatur, para seniman lokal, dan seluruh masyarakat Desa Pandiri dalam membangun kantor desa ini secara swadaya patut kita acungkan jempol dan sangat kita apresiasi. Dengan skala pembangunan yang luar biasa ini, kantor desa Pandiri akan menjadi kantor desa terbesar dan terunik di Sulawesi Tengah atau bahkan mungkin di Indonesia. Ini modal sosial yang sangat luar biasa besar," ujar Yos Tarigan.

Baca Juga:
Inisiatif spontan Yos Tarigan di waktu luangnya ini murni dilakukan agar bisa berkomunikasi tanpa sekat dengan warga. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan serta mendengarkan cerita dari para seniman pembangunnya, ia dapat merasakan kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus mengapresiasi keunikan serta kemandirian yang ada di Desa Pandiri.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Tradisi Syuroan Desa Sambirejo Timur Satukan Ribuan Warga Lewat Budaya dan Doa Bersama
Kades Singengu Julu Terbukti Terlibat PETI, Bupati dan Kapolres Madina Didesak Bertindak Tegas
Imigrasi Bandung Bentuk Tujuh Desa Binaan di Subang, Perkuat Pengawasan Orang Asing Berbasis Masyarakat
Data Desil Tak Sesuai, Bupati Minta Verifikasi Ulang dan Fasilitasi Anak Putus Sekolah di Purwodadi
Aliansi Aktivis Madina Desak Kapolri "Turun Tangan" Tangkap Pengusaha Tambang Ilegal "Pwg" di Madina-Sumut
Warga Melaporkan Jika Perangkat Desa Jarang Masuk
 
Komentar
 
Berita Terbaru