"Kalau anaknya mau beli susu, istrinya datang, itu bisa dipergunakan. Hak mereka tetap kita jaga. Tak ada eksploitasi," tegasnya.
Selain itu, mereka didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja. Respons warga binaan terhadap program ini sangat positif. Jumlah pendaftar terus meningkat karena mereka melihat manfaat ekonomi dan pengalaman kerja yang didapatkan.
"Yang daftar sudah banyak. Jangan-jangan nanti malah kelebihan tenaga kerja," ujar Beni sambil tersenyum.
Ia menekankan bahwa pembinaan di Lapas harus dilakukan dengan pendekatan humanis, memanusiakan setiap warga binaan agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki diri. Upaya Lapas Kelas I Tangerang ini membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari mana saja, bahkan dari balik jeruji besi. Dari sangkar ke sanggar.
Inovasi ini bukan hanya mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka jalan bagi warga binaan untuk mendapatkan keterampilan, pendapatan, dan kepercayaan diri sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi Lembaga Pemasyarakatan lain untuk menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.