Rabu, 07 Oktober 2026 WIB

Waketum Pemuda Pancasila Bamsoet Tegaskan Pemuda Pancasila Siap Bergerak Nyata Dukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

Redaksi - Selasa, 28 Oktober 2025 07:36 WIB
Waketum Pemuda Pancasila Bamsoet Tegaskan Pemuda Pancasila Siap Bergerak Nyata Dukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Pembukaan mubes Pemuda Pancasila di Jakarta.

Hadir antara lain Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Akbar dan Yorrys Raweyai, Ketum FKPPI Pontjo Sutowo, Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Sekjen Pemuda Pancasila Arif Rahman, Ketua Pelaksana Mubes Ahmad Ali, mantan Ketua DPR RI Agung Laksono, Anggota DPR RI Robert Kardinal, Roberth Rouw, Musa Rajekshah dan Muslim.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai lebih dari 54 juta ton gabah kering giling, meningkat 3,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi jagung juga naik menjadi 24,6 juta ton, sementara produktivitas kedelai masih tertinggal di angka 278 ribu ton. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang besar untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional, terutama jika diintegrasikan dengan program makan bergizi dan Koperasi Merah Putih.
Namun, di sisi lain, angka stunting nasional masih menjadi persoalan yang harus dibenahi pemerintah. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting berada di 19,8 persen, turun dari 21,6 persen pada 2022, namun masih jauh dari target 14 persen pada 2029.

Baca Juga:
"Ini bukan sekadar urusan gizi. Ini persoalan kedaulatan bangsa. Anak-anak yang kekurangan gizi hari ini adalah produktivitas yang hilang di masa depan," tegas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan, peran Pemuda Pancasila akan sangat strategis dalam memperkuat rantai distribusi pangan dan memastikan program gizi berjalan efisien di tingkat desa. Pemuda Pancasila yang memiliki struktur hingga ke tingkat desa ini akan difokuskan untuk membantu pembangunan "Gudang Gizi Desa", yaitu pusat penyimpanan dan distribusi bahan pangan lokal yang terkoneksi dengan dapur sekolah dan posyandu.

"Kami punya kader di setiap wilayah yang bisa bergerak cepat. Di bawah program 'Gudang Gizi Desa', Pemuda Pancasila akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Koperasi Merah Putih untuk menjamin ketersediaan bahan pangan segar di tingkat lokal," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, pendekatan berbasis data dan transparansi publik menjadi kunci agar program nasional, seperti makan bergizi gratis tidak kehilangan kredibilitas di mata masyarakat. Karenanya, perlu dilakukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat.

Baca Juga:
"Ketahanan pangan bukan urusan kementerian saja. Ini urusan seluruh bangsa. Pemuda Pancasila siap berada di garis depan untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan kuat," pungkas Bamsoet.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Brimob Sumut Siap Berangkat! Dansat Brimob Pimpin Pengecekan Kesiapan dan Doa Bersama Personel BKO PMJ
Atasi masalah Nelayan, Babinsa Koramil 07/Tambelan dan Kepala UPTD Perikanan Tambelan siap bersinergi dan berkolaborasi
Upaya Mewujudkan Swasembada Pangan di Kabupaten Garut
Kapolres Simalungun Hadir Pagi-Pagi di Polsek Panei Tongah, Pastikan Personel Siap Siaga Layani Masyarakat
Pengurus Asprindo Sumut 2025-2027 Dikukuhkan, Siap Berkontribusi Bagi Perekonomian Daerah-Nasional
Kapolda Sumut Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan dan Profesionalisme Personel Ditsamapta
 
Komentar
 
Berita Terbaru